07 August 2026

Get In Touch

Percepat Layanan Air Bersih, Eri Cahyadi Minta Direksi PAM Surya Sembada Libatkan Investor

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada direksi baru PAM Surya Sembada.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada direksi baru PAM Surya Sembada.

SURABAYA (Lentera) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta jajaran Direksi Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada periode 2026–2029 segera mempercepat pembangunan jaringan distribusi air dengan melibatkan investor, sehingga kebutuhan investasi tidak sepenuhnya membebani keuangan perusahaan.

Arahan tersebut disampaikan Eri saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada direksi baru PAM Surya Sembada di Ruang Kerja Wali Kota, Balai Kota Surabaya.

Adapun tiga direksi yang resmi menjabat untuk periode 2026–2029 adalah Tias Alvin Papatria sebagai Direktur Utama, Sayid Mochamad Iqbal sebagai Direktur Pelayanan, dan Bagus Andi Puspito sebagai Direktur Operasi.

Dalam arahannya, Eri mengatakan pengelolaan perusahaan daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Menurutnya, kemampuan finansial perusahaan juga harus memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

"Uang PDAM juga harus ada yang bisa diputar untuk orang miskin. Yang kedua, njenengan harus bisa bagaimana dengan pihak ketiga (investor) kalau bisa menggerakkan, tapi tidak banyak mengeluarkan uang. Uang kita bisa buat orang miskin tapi kita juga bisa membayar dalam jangka waktu beberapa tahun begitu," kata Eri, Kamis (6/8/2026).

Eri menilai percepatan pemerataan layanan air bersih sulit diwujudkan jika hanya mengandalkan investasi internal perusahaan. Karena itu, skema kerja sama dengan investor dinilai menjadi solusi agar pembangunan jaringan perpipaan dapat berjalan lebih cepat.

"Kalau ingin wilayah Surabaya keluar air semua, ketika tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, maka itu enggak mungkin. Kalau hanya bikin proyek sendiri di wilayah Surabaya utara, airnya enggak keluar-keluar," tegasnya.

Menurut Eri, melalui kerja sama investasi, pembangunan infrastruktur dapat dilakukan lebih dahulu, sedangkan pembayaran kepada investor dilakukan secara bertahap setelah layanan mulai beroperasi.

"Tapi kalau melibatkan pihak ketiga, ada investor yang masuk, setelah itu air jalan, baru kita cicil, itu bagus," katanya.

Meski membuka peluang kerja sama dengan investor, Eri mengingatkan agar direksi tidak hanya mengejar besaran dividen. Ia meminta seluruh perhitungan bisnis dilakukan secara cermat agar kemampuan perusahaan membayar investasi tetap seimbang dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Terkait investor jangan pernah berhitung dengan dividen. Lihat apakah kita mampu atau justru dividennya habis untuk membayar cicilan. Jadi ayo dihitung, jangan keluar kantong kanan, keluar kantong kiri," pesannya.

Selain itu, Eri juga menargetkan masyarakat dapat menikmati layanan air bersih selama 24 jam tanpa harus menunggu malam hari. "Keluar air yang bisa dirasakan dan air itu bisa keluar tidak menunggu waktu malam," ucapnya.

Ia turut meminta seluruh direksi baru lebih responsif terhadap setiap keluhan pelanggan dengan turun langsung ke lapangan. "Kalau ada keluhan masyarakat langsung datang turun. Saya paling enggak suka orang yang hanya di belakang meja. Ketika ada permasalahan, cepat mengambil kebijakan di lapangan dan carikan solusinya supaya selesai," tambahnua.

Di akhir arahannya, Eri berharap kepemimpinan direksi baru mampu mempercepat penyelesaian persoalan distribusi air bersih, terutama di kawasan permukiman yang hingga kini masih mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.

"Semoga dengan bergabungnya direksi baru, persoalan air di Surabaya bisa cepat terselesaikan, termasuk di kampung-kampung yang selama ini masih sulit mendapatkan air," pungkasnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.