09 August 2026

Get In Touch

Karhutla di Kawasan Bromo Meluas, Lahan Terbakar Tembus 135 Hektare

Proses pemadaman api di kawasan Gunung Bromo, Jumat (7/8/2026). (foto: Pusdalops BPBD Kabupaten Malang)
Proses pemadaman api di kawasan Gunung Bromo, Jumat (7/8/2026). (foto: Pusdalops BPBD Kabupaten Malang)

MALANG (Lentera) - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas, hingga Jumat (7/8/2026), luas area hutan dan lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 135 hektare.

Dengan titik kebakaran bergeser ke kawasan Pusung Ledok Bedor, setelah sebelumnya bermula di Bukit Jantur atau Bantengan wilayah Kabupaten Probolinggo.

"Dari hasil pemantauan, luas lahan yang terbakar saat ini diperkirakan sekitar 135 hektare dengan vegetasi yang terdampak berupa cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, dalam laporan resmi perkembangan penanganan karhutla, Jumat (7/8/2026) malam. 

Diketahui, kebakaran pertama kali terpantau di kawasan kaldera Bromo, tepatnya Bukit Jantur atau Bantengan, wilayah Kabupaten Probolinggo pada 3 Agustus 2026. Seiring perubahan arah angin menuju Kabupaten Malang, api mulai merambat ke wilayah administratif Kabupaten Malang sejak 5 Agustus 2026.

Saat ini, lanjut Sadono, area kebakaran telah meluas ke arah Bukit B29, tepatnya di kawasan Pusung Ledok Bedor yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Pusung Jantur.

Untuk menekan penyebaran api, tim gabungan melaksanakan operasi pemadaman melalui jalur darat dengan membuat sekat bakar serta melakukan pembasahan terhadap bara api yang masih dapat dijangkau.

Operasi tersebut didukung satu unit truk pemadam milik TNBTS, satu unit mobil tangki portabel TNBTS, satu unit truk tangki BPBD Provinsi Jawa Timur, dan satu unit truk tangki BPBD Kabupaten Malang.

Di sisi lain, operasi udara juga digelar menggunakan beberapa helikopter. Satu unit helikopter Bell 412 EP HU-4205 milik TNI Angkatan Laut melakukan satu kali water bombing dengan kapasitas 800 liter di kawasan Pusung Ledok Bedor. Sementara itu, helikopter HU-4206 milik TNI AL melakukan pemantauan udara untuk mengidentifikasi kondisi area kebakaran sebelum proses water bombing dilakukan.

Selain itu, helikopter BNPB registrasi PK-DBM AS35 juga melaksanakan satu sortie dengan empat kali pengeboman air, masing-masing sebanyak 1.000 liter. Dengan demikian, total air yang dijatuhkan melalui operasi water bombing pada Jumat mencapai 4.800 liter.

Meski demikian, operasi udara belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Sadono menjelaskan, setelah pelaksanaan sortie pertama, proses water bombing tidak dapat dilanjutkan karena faktor cuaca dan jarak pandang yang tidak mendukung.

"Hasil pemantauan menunjukkan hot spot masih mengeluarkan asap di area Pusung Ledok Bedor, namun operasi udara dihentikan karena cuaca dan visibility tidak memungkinkan," katanya.

Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang juga melaporkan, kondisi di wilayah administratif Kabupaten Malang saat ini sudah tidak ditemukan titik api. Namun demikian, titik panas yang masih mengeluarkan asap di kawasan Pusung Ledok Bedor menjadi fokus utama penanganan lanjutan.

Pada hari yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Kepala Balai Besar TNBTS, serta unsur pemerintah daerah melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran di kawasan savana Bromo. Di Pos Jemplang juga diterima bantuan berupa 50 kardus air mineral dari Perum Jasa Tirta (PJT) untuk mendukung kebutuhan personel di lapangan.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih menerapkan sistem buka-tutup akses masuk kawasan wisata Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, sebagai langkah antisipasi selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Personel gabungan juga tetap disiagakan di pos tersebut.

"Untuk operasi selanjutnya, BPBD bersama seluruh unsur gabungan berencana melanjutkan pemadaman melalui jalur darat maupun udara dengan dukungan tiga unit helikopter BNPB yang disiapkan untuk mempercepat penanganan di kawasan Pusung Ledok Bedor," ungkap Sadono. 

Dalam operasi penanganan karhutla ini, sebanyak 120 personel dikerahkan, terdiri atas enam personel BNPB, 12 personel Puspenerbal TNI AL, 25 personel BPBD Provinsi Jawa Timur, tujuh personel BPBD Kabupaten Malang, 30 personel TNBTS, 10 personel TNI/Polri, 20 personel Masyarakat Peduli Api (MPA), serta 10 personel Manggala Agni.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.