13 August 2026

Get In Touch

25 Pimpinan Kampus Ikuti NMT LEAP 2026 Mendalami Ilmu dari Mangkunegara X

Kegiatan National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026.
Kegiatan National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026.

SURABAYA (Lentera)- Universitas Kristen (UK) Petra bersama Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menggelar program National Multiplication Training (NMT) LEAP 2026 tahap kedua di Solo pada 10–13 Agustus 2026. 

Kegiatan tersebut mempertemukan 25 pimpinan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia (Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, hingga Papua). 

Inisiatif NMT LEAP 2026 ini digawangi oleh Josua Tarigan, Ph.D. dan Vido Iskandar, M.M. (School of Business and Management - UK Petra), Dra. Leenawaty Limantara, Ph.D. (Food Technology - UK Petra), serta Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti M. Purwanto (Biotechnology - Ubaya).

Head of Committee NMT Leap 2026, Josua Tarigan mengatakan, sebelumnya, kegiatan tersebut berfokus pada penanaman konsep kepemimpinan dan penyusunan Project Action Plan (PAP). 

"Pada tahap kedua ini kami akan membahas eksekusi PAP, kolaborasi strategis, keberlanjutan (sustainability), serta ketahanan finansial (financial resilience). Selain itu, fase ini juga menekankan pada diskusi terkait manajemen konflik, kepemimpinan adaptif di era ketidakpastian, serta penguatan jaringan kolaborasi antar perguruan tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional," tuturnya, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, para peserta juga akan mendalami kepemimpinan transformasional langsung dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X dengan tema “Membangun Generasi Emas: Berakar pada Tradisi, Melangkah Maju dengan Inovasi Pendidikan”. 

"Sebagai sosok pemimpin muda yang dinamis, Mangkunegara X membagikan pengalaman nyata dalam merawat dan merevitalisasi Mangkunegaran, menjaga nilai tradisi dan identitas budaya, sekaligus melangkah maju secara inovatif untuk merangkul Gen Z dan Gen Alpha," jelasnya.

Tak hanya mempelajari kepemimpinan budaya, peserta diajak melakukan peer consulting serta mendokumentasikan pengalaman kepemimpinan mereka ke dalam buku ber-ISBN. Kombinasi nilai tradisi dan teknologi ini diharapkan mendorong para pimpinan kampus membawa perubahan konkret demi mencetak Generasi Emas Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

Sementara itu, Wakil Rektor I Ubaya sekaligus komite acara, Prof. Dr.rer.nat. Maria Goretti Marianti Purwanto, membawakan materi mengenai “Financial Empowerment: Mastering Management in Uncertain Times”. 

Menurutnya, ketahanan dan fleksibilitas keuangan merupakan salah satu kunci utama keberlanjutan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tengah lanskap pendidikan yang dinamis dan penuh ketidakpastian. 

Ia juga akan mendiskusikan peran diversifikasi sumber pendapatan (revenue diversification), efisiensi alokasi sumber daya berbasis prioritas strategis, serta integrasi manajemen risiko finansial dalam pengambilan keputusan akademis. 

“Manajemen keuangan perguruan tinggi tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai fungsi administratif keuangan semata, melainkan sebagai alat strategis (strategic empowerment) untuk mendukung inovasi pembelajaran, riset, dan pengembangan mutu institusi jangka panjang,” ujarnya.

Diketahui, program NMT Leap 2026 didukung penuh oleh German Academic Exchange Service (DAAD) melalui inisiatif Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES). 

Program ini merupakan kerja sama antara DAAD dan Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Federal Jerman (BMZ). NMT LEAP juga mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek RI, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.