14 August 2026

Get In Touch

Sebanyak 200 Penghuni Liponsos Keputih Semarakkan HUT RI, Lomba Jadi Ruang Terapi Sosial

kegiatan Agustusan di Liponsos Keputih, Surabaya.
kegiatan Agustusan di Liponsos Keputih, Surabaya.

SURABAYA (Lentera)- Bukan sekadar lomba untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, berbagai kegiatan Agustusan di Liponsos Keputih, Surabaya, menjadi ruang bagi sekitar 200 penghuni untuk membangun kepercayaan diri, berinteraksi, dan mempererat kebersamaan.

Suasana semarak terlihat di Liponsos Keputih, Kamis (13/8/2026). Para penghuni dari berbagai barak turut ambil bagian dalam sejumlah perlombaan, sementara penghuni lainnya memberikan dukungan dari sisi lapangan.

Kegiatan tersebut digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya sebagai bagian dari terapi sosial. Melalui aktivitas bersama, para penghuni didorong untuk lebih percaya diri, berani berekspresi, serta membangun hubungan sosial dengan penghuni dari barak lainnya.

Kepala Dinsos Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kegiatan sengaja dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun interaksi dan rasa kebersamaan.

“Lomba ini menjadi salah satu terapi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebersamaan. Mereka bisa saling mengenal antar penghuni, sekaligus meningkatkan rasa kebangsaan,” kata Antiek.

Tiga jenis perlombaan digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut, yakni mengambil bola dengan kerucut, fashion show, dan karaoke. Dalam fashion show, para penghuni diberi kesempatan menampilkan kreativitas melalui kostum yang mereka kenakan.

Menariknya, kostum yang ditampilkan tidak dibuat secara khusus dengan bahan mahal. Setiap barak diberi keleluasaan memanfaatkan berbagai barang yang tersedia di lingkungan sekitar. Proses pembuatannya dilakukan bersama dengan pendamping.

“Setiap barak diberi kewenangan untuk berinovasi dengan apa yang mereka miliki. Kostum yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas mereka dengan pendampingan petugas,” ujarnya.

Antiek menyebut kemeriahan perayaan tahun ini terasa lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Selain kreativitas dalam perlombaan, antusiasme penghuni terlihat dari keinginan mereka untuk berkumpul dan berinteraksi dengan teman-teman dari barak lain.

“Ini sesuatu yang mereka tunggu-tunggu. Dengan kegiatan seperti ini, mereka bisa bertemu teman dari barak berbeda, menjalin kebersamaan, dan merasa lebih bersemangat serta bahagia,” tuturnya.

Para penghuni Liponsos Keputih berasal dari beragam latar belakang. Di antaranya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), orang terlantar yang tidak memiliki keluarga, hingga warga yang ditemukan dalam razia, seperti pengemis dan gelandangan.

Untuk menambah semarak kegiatan, Dinsos Surabaya juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Hadiah tersebut berupa aneka makanan dan makanan ringan.

Salah satu pendamping Liponsos Keputih, Ningsih Mei Fitriani Ismail, mengatakan Lomba Agustusan merupakan agenda tahunan yang melibatkan penghuni dari berbagai kategori.

“Setiap tahun kami mengadakan kegiatan Lomba Agustusan untuk ODGJ, pengemis, gelandangan, dan lainnya. Setiap barak menampilkan karya seni dan kreativitasnya,” kata Ningsih.

Menurutnya, persiapan untuk mengikuti perlombaan bahkan telah dilakukan sekitar satu bulan sebelumnya. Para penghuni bersama pendamping menyiapkan berbagai konsep, termasuk membuat kostum dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang.

“Persiapan kostum sudah dilakukan sekitar satu bulan sebelumnya. Kami juga menggunakan bahan-bahan daur ulang,” ujarnya.

Ningsih menjelaskan, proses pendampingan dalam kegiatan tersebut relatif berjalan lancar. Para penghuni telah terbiasa berinteraksi dengan petugas melalui aktivitas sehari-hari sehingga lebih mudah diarahkan untuk mengikuti kegiatan bersama.

“Setiap barak mengirimkan perwakilan untuk tampil. Untuk mengoordinasikan mereka juga tidak terlalu sulit karena kondisi mereka sudah stabil. Mereka juga sudah terbiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan kami dalam keseharian,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.