MA;ANG (Lentera) -Ribuan mahasiswa baru (Maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur menyampaikan pandangan kritis terkait berbagai persoalan bangsa, saat pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Gedung Samantha Krida, di lingkungan kampus tersebut, Kamis (13/6/2026).
"Adik-adik menyampaikan pesan bahwa kita harus betul-betul merdeka dalam segala hal, seperti dari kemiskinan maupun kondisi-kondisi yang selama ini banyak terjadi," kata Dekan FISIP UB Dr Ahmad Imron Rozuli, SE., M.Si di Kota Malang.
Total mahasiswa baru yang diterima dan mengikuti PKKMB tahun 2026 mencapai 1.386 orang dan dari jumlah itu terdapat 11 orang merupakan penyandang disabilitas.
Ia menyatakan pandangan yang diberikan oleh para mahasiswa baru merupakan bentuk kepedulian dan semangat dari generasi muda kepada pemerintah untuk terus berusaha melakukan perbaikan.
Oleh karena itu, Imron pun menganggap pesan kritis itu adalah pesan cinta yang dibuat dengan tulus oleh seluruh mahasiswa baru, khususnya dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Ia berharap gerakan yang dimunculkan pada PKKMB FISIP mampu tersampaikan secara simultan kepada pemerintah pusat dan seluruh elemen masyarakat.
"Adik-adik ini adalah generasi yang nanti akan menyongsong Indonesia Emas di 2045," ujar dia, mengutip Antara.
Terkait pelaksanaan PKKMB, ia menjelaskan setiap kegiatan yang diselenggarakan mendapatkan pengawasan ketat dari jajaran di tingkat fakultas, salah satu penekanannya menyangkut jam pelaksanaan.
Lebih lanjut, kata dia, PKKMB FISIP dilaksanakan minimal pada pukul 06.00 WIB dan sudah harus tuntas sekitar pukul 16.30 WIB.
Ketentuan mengenai jam pelaksanaan untuk memastikan para maba memiliki waktu istirahat yang cukup sehingga tak sampai mengalami kelelahan.
"Jadi yang tidak terlalu penting istilahnya dihilangkan ya, terutama tradisi yang kurang baik supaya tidak timbul terus menerus dan dianggap benar," ucapnya (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)