SIDOARJO (Lentera) - Gempa bumi susulan yang mengguncang Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026) pagi, berdampak pada operasional penerbangan.
Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Ende mengalami penundaan, setelah operasional bandara dihentikan sementara untuk memastikan kondisi landasan dan terminal aman. Salah satu maskapai yang terdampak ialah Lion Air.
Presiden Direktur (CEO) Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, penutupan sementara Bandara Ende, berdampak pada rotasi pesawat dan jadwal penerbangan berikutnya.
"Kalau bandara dinyatakan ditutup, otomatis akan berdampak kepada rotasi pesawat dan yang lain-lainnya," kata Daniel seusai melepas bantuan 1.000 selimut, 1.000 tikar, dan 1.000 kotak sembako dari Bandara Juanda menuju Kupang mengutip Kompas.com, Senin (17/8/2026).
Daniel mengatakan, sejauh ini dampak gempa terhadap penerbangan berupa keterlambatan. Belum ada penerbangan yang dibatalkan akibat gempa tersebut.
"Sementara ini paling delay. Jadi belum ada pembatalan," ujarnya.
Menurut Daniel, maskapai akan mengikuti keputusan pengelola bandara apabila operasional kembali dihentikan. Penumpang di Ende masih diminta menunggu, hingga pemeriksaan terhadap fasilitas bandara selesai dilakukan.
"Penumpangnya masih kita delay dulu sampai benar-benar diperiksa landasan, termasuk terminal, semuanya dalam keadaan aman. Keselamatan penumpang dan pesawat tetap menjadi prioritas," katanya.
Selain Ende, Lion Group juga memantau kondisi Bandara Atambua dan Maumere. Namun, hingga Senin (17/8/2026), dampak langsung gempa terhadap penerbangan terjadi di Ende setelah gempa susulan mengguncang wilayah tersebut.
"Baru Ende yang tadi pagi, ada gempa susulan," ujar Daniel.
Sementara itu, untuk mendukung penanganan bencana di NTT, Lion Group memberikan fasilitas pengiriman bantuan secara gratis bagi korban bencana. Pengiriman bantuan dilakukan dengan menyesuaikan kapasitas muatan pesawat.
"Kami berikan gratis, tapi sesuai kapasitas muatan yang ada di pesawat," katanya.
Bantuan yang dapat dikirim antara lain selimut, sembako, tikar, dan kebutuhan sehari-hari yang tidak termasuk barang berbahaya.
Untuk memastikan bantuan segera diterima masyarakat, Lion Group menyiapkan station manager di daerah tujuan. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam proses pendistribusian bantuan.
"Harapannya bantuan ini sampai langsung ke yang menerima bantuan," ujar Daniel.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)