24 August 2026

Get In Touch

Penembakan Terjadi di Sekolah Filipina, 2 Tewas Termasuk Pelaku

Ilustrasi penembakan.
Ilustrasi penembakan.

SURABAYA (Lentera) - Seorang siswa yang membawa senjata api berdaya tinggi, menembaki siswa lainnya di dalam sebuah ruang kelas di Ateneo de Zamboanga University High School di wilayah selatan Filipina, pada Selasa (18/8/2026). Penembakan itu mengakibatkan dua orang tewas termasuk pelaku dan dua lainnya terluka.

Wali Kota Zamboanga City Khymer Adan Olaso mengatakan dua orang yang tewas merupakan murid dan pelaku penembakan. "[Pelaku] menggunakan senjata api berkekuatan tinggi," kata Khymer ke radio DZMM, mengutip cnnindonesia.

Sementara itu, Rektor Universitas Ateneo de Zamboanga Ernald Andal membenarkan penembakan telah terjadi di area SMA itu dan sudah berakhir. Dia juga menyebut tak ada penambahan korban.

"Hingga saat ini, kami memastikan ada dua korban jiwa. Tak ada lagi penembak aktif," ujar Ernald.

Ernald juga mengatakan universitas sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang dan akan memberikan detail lebih lanjut jika ada informasi terbaru.

"Kami tidak ingin hal-hal ini terjadi. Kami ingin memprioritaskan keselamatan semua pelajar kami," imbuh dia.

Penembakan tersebut menjadi kasus penembakan kedua di sekolah dalam dua bulan terakhir di Filipina, yang memiliki aturan ketat mengenai kepemilikan senjata api. Namun, senjata api terkadang dapat diperoleh oleh pihak yang tidak berwenang melalui pasar gelap.

Juni lalu penembakan terjadi di sekolah menengah di Kota Tacloban. Kala itu, penembakan terjadi di sekolah Debsirin Nonthaburi School. Imbas kejadian ini, total 9 orang tewas dan lainnya mengalami luka-luka. Beberapa hari kemudian insiden serupa terjadi di luar gedung pemerintahan di Provinsi Nonthaburi, utara Bangkok.

Sebelumnya, pelaku menembak kakek dan neneknya di rumah. Serangan tersebut menjadi penembakan di sekolah paling mematikan di Thailand dalam beberapa tahun terakhir. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.