MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggandeng puluhan perguruan tinggi di wilayahnya, untuk memperkuat kolaborasi dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Riset dan pemberian beasiswa bagi warga Kota Malang, menjadi fokus utama kerja sama tersebut.
"Kerja sama ini untuk bisa memberikan kepastian, kontribusi yang bisa kita lakukan untuk peningkatan sumber daya manusia bagi warga Kota Malang, tentunya bagi perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Malang juga," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Rabu (19/8/2026).
Dikatakannya, keberadaan perguruan tinggi di Kota Malang dinilai memiliki tanggung jawab sosial untuk turut memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui pemberian beasiswa bagi warga Kota Malang.
Menurut Wahyu, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan program "Ngalam Pinter," yang merupakan salah satu agenda Dasa Bakti Pemerintah Kota Malang bersama Wakil Wali Kota Malang.
Wahyu menjelaskan, bentuk kolaborasi lain antara Pemkot Malang dan perguruan tinggi nantinya tidak akan dibuat seragam. Program akan disesuaikan dengan rencana pembangunan daerah serta kapasitas dan keahlian masing-masing perguruan tinggi.
Pemkot Malang, lanjut Wahyu, akan melihat spesialisasi, program studi, serta kompetensi yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi. Kompetensi tersebut kemudian akan dikoneksikan dengan program dan kegiatan yang dijalankan pemerintah daerah. "Yang terlibat mahasiswa, dosen, atau siapa, itu tergantung dari perguruan tingginya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dyah Sawitri menyebut terdapat sekitar 44 perguruan tinggi di Kota Malang. Menurutnya, seluruh perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan "Ngalam Pinter" melalui konsep Kampus Berdampak.
"Total dari perguruan tinggi yang ada di Kota Malang itu ada 44 perguruan tinggi termasuk swasta, dan insyaallah semuanya berkontribusi untuk mewujudkan Ngalam Pinter melalui Kampus Berdampak," kata Dyah.
Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dihimpun adalah pemberian beasiswa bagi warga di Kota Malang. Menurutnya, hal tersebut menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas.
"Ini adalah wujud nyata komitmen konsisten perguruan tinggi dalam mewujudkan SDM Unggul Indonesia Emas, Kampus Berdampak melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujarnya.
Dyah menjelaskan, dari sisi pendidikan, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui program "Ngalam Pinter", termasuk pemberian kesempatan pendidikan bagi masyarakat. Sementara dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat menjalankan program yang memberikan manfaat langsung bagi warga Kota Malang.
Adapun dari sisi penelitian, Dyah berharap hasil riset perguruan tinggi dapat masuk ke tahap hilirisasi sehingga produk-produk yang dikembangkan di Kota Malang memiliki nilai ekonomi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pengabdiannya juga untuk masyarakat Kota Malang, dan penelitiannya harapannya hilirisasi nanti produk-produk di Kota Malang ini bisa menjadi ladang emas untuk welfare masyarakat di Kota Malang," katanya.
Dalam penandatanganan kerja sama kali ini, terdapat 19 PTS yang hadir. Namun, Dyah menyebut kerja sama yang telah terjalin dengan perguruan tinggi di Kota Malang secara keseluruhan mencapai sekitar 44 perguruan tinggi.
Terkait jumlah beasiswa yang dapat diberikan, Dyah menyampaikan, setiap perguruan tinggi akan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Di sisi lain, ia menyebut, program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Kota Malang telah menjangkau lebih dari 2.000 masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut merupakan bentuk pendanaan pemerintah yang diberikan secara langsung untuk mendukung akses pendidikan masyarakat Kota Malang.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)