TRENGGALEK (Lentera) – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai mematangkan rangkaian kegiatan menjelang peringatan Hari Jadi Trenggalek ke-832.
Tahun ini mengangkat tema “Hambeging Bumi”, yang mengandung pesan tentang ketulusan dalam mengabdi sekaligus menjaga keharmonisan dengan alam.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan tema tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan karakter bumi yang tetap memberikan manfaat meski terus diinjak.
“Hambeging Bumi itu bermakna dua hal. Sebagai manusia, kita harus berlaku seperti layaknya bumi. Bumi itu diinjak tetapi tetap menumbuhkan. Bagi aparatur, ini menjadi gambaran bagaimana kita bekerja dengan ikhlas dan dalam kondisi apa pun tetap mampu menumbuhkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati Trenggalek yang baisa di sapa Mas Ipin, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, semangat tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga hubungan yang selaras dengan lingkungan. Pesan tentang harmoni dengan alam menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Trenggalek tahun ini.
Selain itu, pelaksanaan Hari Jadi Trenggalek tahun ini bertepatan dengan bulan Maulid. Sejumlah kegiatan bernuansa keagamaan pun akan turut mewarnai rangkaian peringatan, termasuk kegiatan sedekah dan lantunan selawat.
“Nanti kita juga akan melaksanakan sedekah bumi dan berbagi kepada masyarakat dalam berbagai bentuk. Kemudian saat tembang macapat, saya minta diselipkan kalimat-kalimat tayibah dan selawat,” jelasnya.
Rangkaian Hari Jadi Trenggalek juga akan diisi dengan konser amal yang menghadirkan penyanyi religi Opick. Kegiatan tersebut, kata Arifin, mendapat dukungan dari Lembaga Manajemen Infaq (LMI).
“Ada konser amal dari Opick. Terima kasih kepada LMI yang telah menjadi sponsor,” pungkasnya.
Senada dengan Bupati Trenggalek, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan, rangkaian perayaan Hari Jadi ke-832 juga diarahkan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Menurut Triadi, keberadaan UMKM masyarakat Trenggalek menjadi salah satu prioritas dalam konsep perayaan tahun ini. Hal tersebut dinilai sejalan dengan semangat “Hambeging Bumi” yang diusung dalam Hari Jadi Trenggalek ke-832.
“Untuk peringatan Hari Jadi, prioritasnya adalah UMKM warga masyarakat Trenggalek. Dengan Hari Jadi ke-832 yang mengangkat tema Hambeging Bumi, kami berharap UMKM yang ada di Trenggalek betul-betul menjadi prioritas,” kata Triadi.
Selain rangkaian kegiatan utama Hari Jadi, Pemkab Trenggalek juga tetap menghadirkan pasar malam bagi masyarakat. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di sekitar Alun-Alun Trenggalek.
“Untuk kegiatan pasar malam ada. Lokasinya di seputaran alun-alun,” ujarnya.
Triadi menegaskan, pelaku usaha yang akan lebih dominan mengisi kegiatan pasar malam tersebut merupakan UMKM asal Trenggalek. Dengan demikian, momentum perayaan Hari Jadi tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“Diutamakan UMKM Trenggalek,” tegasnya.
Reporter: Herlambang/Editor: Ais





.jpg)