24 August 2026

Get In Touch

Relawan Gempa NTT Meninggal Dunia saat Salurkan Bantuan

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Ahmad Zaki Ali (38 tahun), relawan gempa NTT yang gugur saat menjalankan misi penanganan bencana. (foto:ist/CNN Indonesia/Basarnas Manggarai Timur)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Ahmad Zaki Ali (38 tahun), relawan gempa NTT yang gugur saat menjalankan misi penanganan bencana. (foto:ist/CNN Indonesia/Basarnas Manggarai Timur)

MANGGARAI (Lentera) - Relawan, Ahmad Zaki Ali (41) meninggal dunia saat menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Zaki Ali adalah relawan asal Jakarta, yang juga pendiri Yayasan Gerak Bareng.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara. Menurut dia, Zaki Ali meninggal dunia karena serangan jantung, pada Jumat (21/8/2026).

"Iya (meninggal dunia), (karena) serangan jatung," kata Bagus, Jumat (21/8/2026) malam mengutip CNN Indonesia, Sabtu (22/8/2026).

Selanjutnya, Tim SAR gabungan dikerahkan mengevakuasi jenazah Ahmad Zaki Ali, pendiri Relawan Gerak Bareng, yang gugur saat menjalankan misi penanganan bencana pascagempa magnitudo 7,7 di Flores, NTT. 

Kantor SAR Maumere bersama seluruh unsur SAR mengerahkan helikopter Dauphin Basarnas untuk membawa jenazah keluar dari lokasi yang sulit dijangkau.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar), Edy Prakoso menjelaskan evakuasi dilakukan secepat mungkin agar jenazah dapat segera dipulangkan ke keluarga.

"Pukul 7.04 WITA, Helikopter Dauphin Basarnas mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali," ujar Edy, dalam keterangan resminya melansir CNN Indonesia, Sabtu (22/8/2026).

Setelah diangkat dari lokasi kejadian, jenazah diterbangkan menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, lalu dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk pemulasaraan jenazah sebelum diteruskan ke rumah duka di Jakarta.

Kantor SAR Maumere dan seluruh potensi SAR menyampaikan, duka cita yang sedalam‑dalamnya atas berpulangnya Ahmad Zaki Ali.

Ia menilai, Ahmad Zaki Ali adalah seorang relawan yang mendedikasikan waktu, tenaga, dan kepeduliannya langsung ke wilayah terdampak demi membantu warga yang paling membutuhkan.

Untuk diketahui, korban jiwa akibat gempa bumi M 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, terus bertambah. 

Basarnas mencatat jumlah korban meninggal hingga Jumat (21/8) siang mencapai 81 orang. Selain korban tewas, ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

"83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan," ujar Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso dalam siaran pers, Jumat.

Edy menyebut, Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Sebanyak 670 orang terdampak di daerah itu dengan 70 di antaranya meninggal dunia.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.