23 August 2026

Get In Touch

Anak Penjual Bubur Lulusan Terbaik Prodi Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang

Rima, salah satu lulusan terbaik Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, di Semarang, Jumat (21/8/2026). (foto:ist/Ant/UIN Walisongo Semarang)
Rima, salah satu lulusan terbaik Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, di Semarang, Jumat (21/8/2026). (foto:ist/Ant/UIN Walisongo Semarang)

SEMARANG (Lentera) - Rima, seorang anak penjual bubur kacang, sukses menjadi lulusan terbaik Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah .

Menurut Rima, dirinya yang berasal dari keluarga sederhana sempat menganggap kuliah sebagai angan-angan

Ia mengaku, tidak pernah menargetkan predikat wisudawan terbaik, karena, dapat menyelesaikan kuliah dan lulus tepat waktu sudah menjadi pencapaian besar.

“Saya tidak menyangka. Menjadi wisudawan terbaik ini saya anggap sebagai bonus dan hadiah dari Allah atas perjalanan panjang yang saya jalani," katanya  di Semarang melansir Antara, Sabtu (22/8/2026).

Selama kuliah, ia menjalani berbagai aktivitas, mulai dari perkuliahan, menjadi pekerja lepas, hingga organisasi.

Salah satu tantangan terberat dialaminya ketika sang ayah, Amirudin mengalami sakit. Sementara sang ibu, Saryuni merupakan ibu rumah tangga yang senantiasa memberikan doa, motivasi, dan dukungan.

Kondisi tersebut, menurutnya, justru menjadi sumber kekuatan untuk terus menyelesaikan pendidikan.

"Kalau mereka terus berjuang untuk saya, saya juga tidak boleh menyerah terhadap perjuangan yang sudah saya mulai,” tuturnya.

Rima menyelesaikan skripsi berjudul “Strategi Komunikasi Kehumasan Pondok Pesantren Sabilul Huda Kabupaten Brebes, dalam Meningkatkan Citra Positif sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang Terpercaya.”

Penelitian tersebut, katanya, mengkaji strategi komunikasi dan kehumasan lembaga pendidikan Islam dalam membangun citra positif serta kepercayaan masyarakat.

Ia mengharapkan, penelitian tersebut tidak berhenti sebagai syarat memperoleh gelar sarjana, tetapi dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Ke depan, ia ingin terus mengembangkan diri dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh, terutama di bidang komunikasi dan kehumasan.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.