25 August 2026

Get In Touch

Gempa M 6,2 Kembali Guncang Maluku, Berpusat di Laut Banda

ARSIP: Sebuah rumah warga i desa Watuwey, kecamatan Dawera Dawelor, kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku rusak parah akibat gempa (Istimewa)
ARSIP: Sebuah rumah warga i desa Watuwey, kecamatan Dawera Dawelor, kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku rusak parah akibat gempa (Istimewa)

AMBON (Lentera) -Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 kembali mengguncang wilayah Maluku, Senin malam (24/8/2026) Pukul 23.10 WIT.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon menyebut gempa tersebut berpusat di Laut Banda pada kedalaman 39 kilometer di bawah permukan laut atau berjarak 168 kilometer barat laut Maluku Barat Daya

Adapun gempa tersebut terjadi hanya berselang beberapa jam usai gempa berkekuatan 5,4 mengguncang wilayah Maluku Tengah sekira pukul 19.03 WIT.

Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi tersebut dirasakan getarannya dengan skala intensitas IV MMI di Kepulauan Romang, dan Pulau Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Sejuah ini belum ada laporan resmi dari pihak berwenang mengenai dampak kerusakan yang terjadi akibat gempa tersebut. BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berisiko menimbulkan tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami,” bunyi pernyataan BMKG.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat penyesaran dasar Laut Banda.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Getaran terasa tidak terlalu kuat

Salah seorang warga Maluku Barat Daya Maikel Jambormias mengaku getaran gempa sempat dirasakan Tiakur, Ibu Kota Maluku Barat Daya, namun kekuatannya relatif kecil.

“Betul barusan tadi ada gempa, kita rasakan getarannya cuma tidak terlalu kuat,” katanya mengutip Kompas, Selasa (25/8/2026).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Barat Daya Djemy Lico yang dihubungi Kompas.com secara terpisah mengaku getaran gempa dirasakan warga di Tiakur, Pulau Romang, Pulau Damer dan Masela.

“Gempanya terasa termasuk Kecamatan Romang, Kecamatan Damer dan Masela di tapi tidak terlalu kuat,” katanya.

Ia menambahkan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya dampak kerusakan dari gempa tersebut.

“Kita belum dapat laporan. Tapi sepertinya tidak ada dampak kerusakan,” ujarnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.