GRESIK (Lentera) – Persatuan antarpengurus dan perguruan dinilai menjadi kunci untuk memperkuat pembinaan atlet ju-jitsu Jawa Timur menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Penasihat Institut Jujitsu Indonesia (IJI) Kota Surabaya sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, saat menghadiri Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Kabupaten Gresik, Sabtu (29/8/2026).
Yona menilai, Kejurprov tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan dan prestasi atlet di atas matras, tetapi juga momentum untuk memperkuat komunikasi serta sinergi antarpenggiat ju-jitsu dari berbagai perguruan.
“Ini momentum yang sangat baik agar seluruh perguruan ju-jitsu di Surabaya bisa bersatu. Porprov 2027 dan PON 2028 adalah gawe besar, dan Jawa Timur harus mampu menjadi juara umum,” kata Yona di lokasi kejuaraan.
Menurutnya, persaingan olahraga prestasi ke depan akan semakin ketat. Karena itu, diperlukan pembinaan atlet yang terarah sekaligus sinergi antarpengurus dan perguruan untuk memastikan potensi atlet di berbagai daerah dapat berkembang secara optimal.
Yona menyebut Jawa Timur memiliki banyak potensi atlet ju-jitsu yang tersebar di berbagai dojo dan perguruan. Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola melalui sistem pembinaan yang terintegrasi agar mampu menghasilkan atlet berprestasi di tingkat nasional.
“Sinergi yang kokoh di tingkat kota akan menjadi salah satu pilar utama untuk memperkuat kontingen Jawa Timur di panggung kompetisi nasional,” ujarnya.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap pembinaan atlet secara berjenjang yang dilakukan Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI) Jawa Timur. Rangkaian uji tanding atau tryout secara berkesinambungan di berbagai daerah dinilai penting untuk meningkatkan jam terbang sekaligus memetakan kekuatan atlet.
Yona berharap kebersamaan yang terbangun melalui Kejurprov Ju-Jitsu Piala Gubernur Jawa Timur 2026 tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi antarpengurus perguruan perlu terus dijaga untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih kuat.
“Pembinaan yang terarah, disiplin, dan solid diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet tangguh yang siap mengharumkan nama Jawa Timur dan membawa Jatim menjadi juara umum pada PON 2028 mendatang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)