KETAHANAN pangan Indonesia tengah diuji oleh paradoks pasokan. Harga beras justru naik ketika stok yang dikuasai Bulog mencapai 5,25 juta ton. Pada saat yang sama, BPS memproyeksikan produksi beras Agustus–Oktober 2026 mencapai 9,33 juta ton, tetapi potensi luas panen padi hanya 3,07 juta hektare. Angka ini turun 1,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut data, harga beras di tingkat eceran pada Agustus pun naik 0,42 persen secara bulanan dan 2,77 persen secara tahunan. Sementara di tingkat penggilingan kenaikannya mencapai 1,32 persen secara bulanan. Tekanan pangan pun walhasil ikut mengerek inflasi nasional. BPS mencatat inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan. Diketahui Juli terjadi deflasi 0,14 persen. Inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) bahkan mencapai 0,88 persen secara bulanan dan 4,06 persen secara tahunan. Wajar atau janggal? BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/02092026.pdf






.jpg)