JAKARTA (Lentera) - Pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilakukan tahun ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal anggaran MBG akan dilakukan di bawah Rp200 triliun.
Purbaya mengatakan setelah bicara bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, anggaran MBG berpeluang dipangkas lagi hingga di menjadi bawah 200 triliun pada tahun ini.
Lebih lanjut Purbaya menjelaskan anggaran program MBG pada tahun ini sempat dialokasikan sebesar Rp330 triliun. Kemudian, diefisiensikan menjadi sekitar Rp260 triliun, akhirnya dipangkas lagi menjadi Rp240 triliun.
"Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun," ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Tak hanya tahun ini, Purbaya juga mengatakan bahwa tahun depan anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp240 triliun berpeluang ditekan lebih rendah melalui pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh BGN.
Dia menandaskan bahwa dari anggaran MBG pada 2027 sebesar Rp240 triliun, sekitar 97 persen dari situ rencananya digunakan untuk program makan, sedangkan sekitar 3 persen dialokasikan untuk operasional BGN.
Porsi operasional BGN mencakup sejumlah kebutuhan, mulai dari fungsi pengawasan dan monitoring hingga gaji pegawai, termasuk kepala SPPG.
Melansir cnnindonesia, Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan turut mengerahkan perwakilan di daerah untuk mengawasi langsung penggunaan anggaran MBG.
Pegawai perwakilan Kementerian Keuangan di daerah ditugaskan mengawasi penggunaan anggaran oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing wilayah.
"Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG," ujar Purbaya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)