03 September 2026

Get In Touch

Siswa Disabilitas di Mojokerto Dilatih Bikin Kue Kekinian, Dorong Kemandirian dan Jiwa Wirausaha

Siswa penyandang disabilitas mengikuti pelatihan pembuatan produk kue kekinian di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Mojokerto
Siswa penyandang disabilitas mengikuti pelatihan pembuatan produk kue kekinian di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Mojokerto

MOJOKERTO (Lentera) -Puluhan siswa penyandang disabilitas mengikuti pelatihan pembuatan produk kue kekinian di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Mojokerto, Selasa (1/9/2026). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) tersebut melibatkan lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Mojokerto.

Dalam kegiatan itu, para siswa mendapatkan pembekalan keterampilan membuat berbagai varian produk kuliner yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha. Pelatihan tidak hanya diberikan melalui teori, tetapi juga praktik secara langsung dengan menghadirkan instruktur dari Olivia Bakery.

Kepala SLB Pertiwi Kota Mojokerto, Aminah Indriyati, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi siswa berkebutuhan khusus, termasuk tunarungu, tunagrahita, maupun penyandang disabilitas lainnya.

Menurutnya, keterampilan membuat produk kuliner dapat menjadi bekal penting bagi siswa untuk lebih mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

“Pelatihan ini bermanfaat sekali, terutama bagi para siswa SLB. Anak-anak berkebutuhan khusus diberi bekal keterampilan membuat berbagai varian produk kuliner yang memiliki peluang untuk dikembangkan di bidang usaha,” Ungkap Indri, Kamis (3/9/2026).

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga mampu membuka wawasan siswa mengenai peluang kewirausahaan. Selain keterampilan teknis, pelatihan juga diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri peserta.

“Kami berharap program ini bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak sebagai bekal di kemudian hari dalam bidang usaha, agar anak-anak bisa mandiri dan percaya diri,” pungkasnya.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan produktif dan mengenal dunia kewirausahaan sejak dini (*)

Reporter: Nur Hidayah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.