Buka Peluang Penghasilan, Pemkot Surabaya Gandeng Klinik Kecantikan Latih Warga Perawatan Wajah
SURABAYA (Lentera) – Sebanyak 54 warga Surabaya mendapat pelatihan keterampilan perawatan wajah sebagai bekal untuk membuka peluang usaha dan menambah penghasilan. Peserta merupakan perwakilan dari 31 kecamatan di Kota Surabaya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan. Kegiatan digelar melalui program corporate social responsibility (CSR) Miracle Beauty Clinic di Miracle Academy.
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (3/9) hingga Sabtu (5/9/2026). Peserta dibagi dalam tiga batch, dengan masing-masing batch berisi 18 orang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan TP PKK Kota Surabaya bersama pihak swasta.
“Pelatihan tersebut merupakan upaya dari PKK Kota Surabaya dalam memberdayakan masyarakat. Pelatihan kali ini merupakan CSR dari Miracle,” kata Hebi, Jumat (4/9/2026).
Ia menjelaskan, 54 peserta yang mengikuti pelatihan telah melalui proses seleksi. Dari sekitar 98 calon peserta, dilakukan kurasi dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, salah satunya usia.
Menurut Hebi, peserta yang dipilih mayoritas merupakan warga usia muda sehingga diharapkan memiliki kesempatan lebih panjang untuk mengembangkan keterampilan tersebut menjadi sumber penghasilan.
“Awalnya peserta sekitar 98 orang, kemudian dikurasi. Dipilih yang muda-muda untuk mengikuti pelatihan perawatan wajah. Nanti diharapkan mereka bisa mandiri dan mendapatkan pendapatan,” ujarnya.
Materi yang diberikan tidak berfokus pada tata rias atau profesi makeup artist (MUA), melainkan keterampilan dasar perawatan wajah. Peserta antara lain mendapat pengetahuan mengenai kesehatan kulit wajah dan teknik totok wajah.
“Pelatihannya berupa perawatan wajah, seperti totok wajah untuk kesehatan kulit dan sebagainya. Jadi, bukan seperti makeup artist (MUA),” jelas Hebi.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat sebagai bukti bahwa mereka telah mengikuti dan menguasai keterampilan yang diberikan.
Hebi berharap sertifikat tersebut dapat menjadi modal tambahan bagi peserta ketika mengembangkan keterampilan perawatan wajah secara mandiri maupun ketika mendapatkan kesempatan bekerja.
“Pastinya mendapat sertifikat. Karena itu untuk membuktikan bahwa dia sudah terampil,” katanya.
Selain diarahkan untuk membuka peluang penghasilan secara mandiri, keterampilan yang diperoleh peserta juga berpotensi dimanfaatkan di lingkungan perangkat daerah (PD) Pemkot Surabaya maupun Dharma Wanita.
“Diharapkan kalau sudah selesai nanti PD-PD bisa memanfaatkan itu. Termasuk di Dharma Wanita bisa memanfaatkan untuk perawatan wajah, sehingga mereka mendapatkan penghasilan,” harapnya.
Diketahui, pelatihan perawatan wajah melalui CSR Miracle Beauty Clinic tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar dalam kolaborasi tersebut. Sementara itu, Disperinaker Surabaya juga telah memiliki program pelatihan perawatan wajah yang menjadi bagian dari agenda peningkatan keterampilan masyarakat pada 2026. (*)
Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)