08 September 2026

Get In Touch

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Tiga Bandara Ditutup Sementara

Penumpang di bandara terdampak penutupan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penumpang di bandara terdampak penutupan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

JAKARTA (Lentera) - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebanyak tiga bandara utama ditutup sementara (aerodrome closed) berdasarkan data dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, Minggu (6/9/2026). Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tersebut mengacu pada Notice to Airmen (NOTAM) terbaru dari AirNav Indonesia.

Bandara yang tutup sementara meliputi: Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada pukul 01.30 hingga 13.30 WIB; Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada pukul 07.20 hingga 14.00 WIB; dan Bandara Radin Inten II, Lampung pada pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.

Dengan penutupan tersebut maka berdampak pada total 459 penerbangan. Rincian penerbangan terdampak itu yaitu: Bandara Soekarno-Hatta ada 301 penerbangan terdampak (akumulasi pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan/divert); di bandara Bandara Halim Perdanakusuma ada 23 penerbangan terdampak (seluruhnya pembatalan); di Bandara Radin Inten II ada 12 penerbangan terdampak (seluruhnya pembatalan). 

Aktivasi Service Recovery dan Koordinasi Maskapai Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menegaskan bahwa penyampaian informasi secara berkala serta pelayanan bagi penumpang terdampak menjadi prioritas utama perseroan guna memastikan setiap penumpang memperoleh asistensi yang memadai dari pihak pengelola bandara maupun maskapai.

"Kami juga mengimbau agar calon penumpang pesawat memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan dan opsi yang tersedia," ujar Arie melansir cnbcindonesia.

Sebagai bentuk mitigasi, prosedur Service Recovery Action (SRA) telah diaktifkan di bandara-bandara yang terdampak. Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, SRA mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang, penyediaan armada bus untuk mobilitas menuju hotel berkoordinasi dengan maskapai, serta penyiapan area khusus di dalam terminal.

Selain itu, seluruh personel serta fasilitas bandara di bawah naungan InJourney Airports juga disiagakan untuk berfungsi sebagai lokasi pendaratan alternatif (alternate) serta kantong parkir pesawat guna mendukung kelanjutan operasional maskapai. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.