08 September 2026

Get In Touch

Konsumsi Pertalite di Malang Naik 10 Persen, Pertamina Tambah Suplai 20 Persen

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Sales Branch Manager Pertamina Malang, Imam Rizki, meninjau langsung situasi dan kondisi konsumsi BBM di SPBU Ciliwung, Selasa (8/9/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi Sales Branch Manager Pertamina Malang, Imam Rizki, meninjau langsung situasi dan kondisi konsumsi BBM di SPBU Ciliwung, Selasa (8/9/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Konsumsi Pertalite di wilayah Malang meningkat hingga 10 persen di tengah pergeseran penggunaan BBM masyarakat dari Pertamax ke Pertalite. Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina menambah pasokan Pertalite sekitar 20 persen, dari normalnya 700 kiloliter menjadi hingga 888 kiloliter per hari.

Peningkatan konsumsi tersebut turut terlihat dari antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Malang. Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang melakukan peninjauan langsung, Selasa (8/9/2026).

"Kalau misalnya kita lihat dari isu yang beredar sekarang ini, memang konsumsi dari sisi BBM terutama di wilayah Kota Malang ini sedang naik," ujar Sales Branch Manager Pertamina Malang, Imam Rizki.

Menurutnya, peningkatan aktivitas masyarakat pada Agustus, termasuk momentum masuknya mahasiswa baru, turut mendorong konsumsi BBM, khususnya untuk kendaraan roda dua.

Di sisi lain, penyesuaian harga pada produk BBM non-subsidi turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamax disebut beralih menggunakan Pertalite yang memiliki harga lebih rendah.

"Ini secara tidak langsung masyarakatnya shifting. Dari yang tadinya pakai Pertamax, mereka beralih ke Pertalite yang memang harganya lebih murah," jelasnya.

Imam menyebut, konsumsi Pertalite di wilayah Malang Raya saat ini mengalami peningkatan sekitar 6 hingga 10 persen. Sementara konsumsi BBM jenis solar juga tercatat meningkat cukup signifikan, yakni sekitar 10 hingga 15 persen.

Mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina melakukan penambahan suplai BBM dari depo di Jalan Halmahera, Kota Malang.

Ia mengatakan penyaluran Pertalite dalam kondisi normal berada di kisaran 700 kiloliter per hari. Namun, pada Selasa (8/9/2026), suplai Pertalite ditingkatkan hingga sekitar 888 kiloliter. lKalau dikalkulasi persentasenya, ini sudah penambahan suplai kurang lebih sekitar 20 persen dari normalnya. Harapannya ini stok SPBU semuanya terpenuhi dengan optimal," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan peninjauan dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan ketersediaan BBM di tengah meningkatnya antrean di SPBU.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah SPBU Ciliwung. Dari hasil pemantauan, Wahyu melihat Pertalite saat ini lebih banyak dipilih masyarakat dibandingkan Pertamax. "Akhirnya terjadi antrean agak panjang untuk mendapatkan Pertalite," kata Wahyu.

Meski terdapat antrean, Wahyu menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan BBM. Berdasarkan informasi yang diterima Pemkot Malang dari Pertamina, stok BBM masih tersedia dan penyalurannya tetap berjalan.

"Jangan sampai ada isu BBM-nya tidak tersedia, semua aman," tegasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.