16 September 2026

Get In Touch

Klub Baru Liga 2 Surabaya de Red FC Tunjuk Aji Santoso sebagai Pelatih Kepala

Peluncuran klub de Red FC. (Amanah/Lentera)
Peluncuran klub de Red FC. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) -Kota Surabaya kembali memiliki klub yang akan berlaga di kompetisi Liga 2. de Red FC resmi diperkenalkan ke publik dengan membawa dua misi utama, yakni mengejar prestasi maksimal sekaligus membuka ruang bagi pemain-pemain muda, khususnya dari Surabaya dan Jawa Timur.

Launching klub tersebut digelar di Graha Pena Jawa Pos, Surabaya, Kamis(10/9/2026).

Chief Executive Officer (CEO) de Red FC, Daniel Rohi, mengatakan kehadiran klub ini menjadi langkah awal untuk mengisi kekosongan klub Liga 2 yang bermarkas di Surabaya.

Menurutnya, selama beberapa dekade Surabaya tidak memiliki klub Liga 2 yang menjadikan kota tersebut sebagai markas. Untuk itu, de Red FC diharapkan tidak sekadar menjadi klub baru, tetapi juga memberikan warna bagi ekosistem sepak bola Surabaya.

“Kami ingin memastikan keberadaan The Red sampai ke telinga dan mata masyarakat. Surabaya punya satu klub baru bermain di Liga 2,” ujarnya.

Daniel menyebut Surabaya dipilih sebagai homebase karena memiliki ekosistem sepak bola yang kuat. Kota Pahlawan telah melahirkan sejumlah legenda sepak bola Indonesia sekaligus memiliki fasilitas olahraga yang dinilai cukup representatif.

Selain itu, faktor geografis juga menjadi pertimbangan. Sebagian besar pertandingan kompetisi sepak bola berlangsung di Pulau Jawa sehingga keberadaan klub di Surabaya dinilai dapat membuat mobilitas tim menuju pertandingan lebih efisien.

“Surabaya kaya dengan pemain. Surabaya melahirkan legenda-legenda sepak bola Indonesia. Kemudian Surabaya juga punya fasilitas olahraga yang representatif, bahkan berkaliber internasional,” jelasnya.

Dari sisi target, Daniel mengakui manajemen tentu menginginkan hasil terbaik sejak musim pertama. Namun, dia menyadari perjalanan sebuah klub tidak selalu bisa diprediksi.

“Semua orang kalau bangun klub targetnya mau jadi nomor satu. Kami juga bermimpi menjadi yang terbaik,” katanya.

de Red FC juga menempatkan pembinaan pemain muda sebagai bagian penting dari perjalanan klub. Manajemen berharap semakin banyak talenta muda yang mendapatkan kesempatan bermain dan berkembang bersama tim.

Untuk mewujudkan target tersebut, manajemen menunjuk Aji Santoso sebagai head coach atau pelatih kepala. Daniel menilai Aji memiliki rekam jejak panjang, baik sebagai pemain maupun pelatih, serta memahami karakter sepak bola Jawa Timur.

“Coach Aji sangat melegenda. Kalau teman-teman mau melihat salah satu pelatih terbaik di Republik ini, saya masih pilih Coach Aji,” tutur Daniel.

Selain pengalaman, faktor kedekatan Aji dengan Surabaya juga menjadi pertimbangan. Aji pernah bermain dan dibesarkan di lingkungan Gelora 10 November, sehingga dinilai memahami atmosfer serta karakter sepak bola Kota Surabaya.

Daniel berharap pengalaman tersebut bisa menjadi modal untuk menghadirkan permainan yang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menarik dan menghibur.

Sementara itu, Aji Santoso mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi bagian dari proyek de Red FC. Dia menyebut manajemen memberikan dua target utama kepadanya.

“Yang pertama, bagaimana tim ini bisa berprestasi secara maksimal. Yang kedua, bagaimana saya bisa memunculkan bakat-bakat muda dari Jawa Timur, khususnya dari Surabaya,” kata Aji.

Aji menyadari dua target tersebut bukan pekerjaan mudah. Karena itu, dia menekankan pentingnya membangun tim dengan kekeluargaan dan kebersamaan.

Menurutnya, meski berstatus sebagai klub baru, de Red FC telah memberikan dukungan yang cukup baik kepada tim, mulai dari fasilitas hingga kebutuhan pemain. “Tim ini secara teknis diserahkan ke saya 100 persen. Itu support yang sangat luar biasa buat saya,” ujarnya.

Ia berharap de Red FC tidak hanya menjadi klub yang mengejar prestasi di kompetisi, tetapi juga menjadi pilihan hiburan baru bagi masyarakat.

“Saya kepingin sekali tim de Red FC ini menjadi salah satu alternatif hiburan bagi masyarakat Surabaya khususnya, dan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.