11 September 2026

Get In Touch

Bulog Salurkan 7.542 Ton Bantuan Beras untuk Warga Kediri

Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan memantau penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan memantau penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).

KEDIRI (Lentera) – Pemerintah bersama Perum Bulog menyalurkan 7.542 ton untuk sebanyak 251.412 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Kediri. Percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 itu untuk memastikan bantuan pangan diterima masyarakat yang berhak.

Penyaluran tersebut dipantau langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., Wakil Bupati Kediri, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026).

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras dilakukan agar manfaat program segera dirasakan masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat.

“Kita ingin memastikan bantuan pangan ini benar-benar sampai kepada masyarakat. Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September, masyarakat penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan atau 30 kilogram sekaligus untuk tiga bulan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga telah menyiapkan kelanjutan program Bantuan Pangan Beras untuk periode Oktober–Desember 2026.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga memperkuat kesiapan stok beras nasional dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau. Salah satunya melalui tambahan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1 juta ton.

“Kita terus memastikan stok pangan tersedia dan berbagai program bantuan berjalan agar masyarakat tetap mendapatkan akses pangan yang baik,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan BULOG dalam menjalankan penugasan pemerintah, mulai dari ketersediaan stok hingga distribusi bantuan kepada masyarakat penerima.

“BULOG memastikan kesiapan stok dan distribusi bantuan pangan berjalan dengan baik. Mulai dari gudang hingga diterima masyarakat penerima manfaat, seluruh proses kami kawal agar bantuan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu,” jelasnya.

Menurut Rizal, jaringan operasional BULOG yang tersebar di berbagai wilayah menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung kelancaran penyaluran program bantuan pangan pemerintah.

“Hari ini kita bersama-sama melihat langsung penyaluran Bantuan Pangan Beras di Kediri. Ini merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah bersama BULOG untuk menghadirkan pangan bagi masyarakat,” tuturnya.

Untuk wilayah Jawa Timur, Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 diberikan kepada 5.690.353 PBP dengan total bantuan mencapai 170.710.590 kilogram atau sekitar 170 ribu ton beras.

Sementara di Kabupaten Kediri, jumlah penerima mencapai 251.412 PBP dengan total alokasi 7.542.360 kilogram atau 7.542 ton beras.

Khusus Kecamatan Ngasem, bantuan dialokasikan kepada 6.404 PBP dengan total 192.120 kilogram beras. Sedangkan di Desa Gogorante, bantuan diberikan kepada 400 PBP dengan total 12.000 kilogram atau 12 ton beras.

Penyaluran langsung tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BULOG dalam memastikan program bantuan pangan berjalan tepat sasaran.

Sebagai perusahaan pangan negara, BULOG terus mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan. Dukungan jaringan pergudangan, distribusi, serta sumber daya operasional di berbagai daerah menjadi bagian penting dalam memastikan beras dapat disalurkan hingga ke masyarakat penerima manfaat.

Melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras, pemerintah berupaya memberikan perlindungan pangan bagi masyarakat sekaligus menjaga daya beli keluarga penerima. Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.