15 September 2026

Get In Touch

Suhu Panas 2026 di AS Capai Rekor Tertinggi

Ilustrasi suhu panas.
Ilustrasi suhu panas.

SURABAYA (Lentera) - Suhu panas di wilayah daratan utama AS atau 48 negara bagian- tidak termasuk Alaska dan Hawaii- selama periode Juni hingga Agustus 2026 sempat mencapai titik puncak dan rekor terpanas sebelumnya. 

Berdasarkan data Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), suhu rata-rata mencapai 74,4°F atau sekitar 23,6°C. Angka tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada 1936 dan 2021, dengan selisih 0,4°F.

Dalam lima tahun terakhir sempat terjadi musim panas terpanas. Musim panas 2022 dan 2024 masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima terpanas. 

Kondisi 2026 ini menjadi sinyal peringatan bagi para ilmuwan mengenai dampak perubahan iklim yang semakin nyata. "Hal ini terjadi persis seperti yang diprediksi oleh para ilmuwan beberapa dekade yang lalu," ujar Andrew Dessler, ilmuwan iklim dari Texas A&M University, kepada AFP, Kamis (10/9/2026).

Melansir cnbcindonesia, Dessler mengatakan, persoalannya kini bukan lagi apakah rekor suhu panas akan kembali terpecahkan, melainkan apakah pemerintah dan masyarakat akan mengambil tindakan untuk menghadapi perubahan iklim.

Masalah AS tidak hanya berasal dari suhu ekstrem. Curah hujan selama musim panas juga berada di bawah rata-rata. Sekitar 59,1% wilayah 48 negara bagian AS berada dalam kondisi kekeringan per 1 September. Angka ini naik lebih dari 10 poin persentase dibanding awal Agustus.

Secara keseluruhan, curah hujan selama Juni hingga Agustus berada di sepertiga terbawah dalam catatan sejarah. Pada Agustus saja, curah hujan rata-rata AS mencapai 2,30 inci, atau 0,32 inci di bawah rata-rata abad ke-20.

Kondisi tersebut menjadikan Agustus 2026 sebagai salah satu Agustus terkering dalam catatan, sekaligus yang terkering sejak 2000. Kekeringan meluas di sejumlah wilayah, terutama bagian barat AS, Great Basin, Pegunungan Rocky, Northern Plains, Midwest bagian atas hingga wilayah selatan.

Dampaknya juga terlihat pada sumber daya air. Permukaan air Danau Mead, salah satu waduk terbesar di AS, turun ke tingkat yang sangat rendah.

Namun, kondisi cuaca ekstrem tidak terjadi secara seragam. Sejumlah wilayah justru mengalami hujan ekstrem dan banjir. Indiana dan Ohio, misalnya, mencatat curah hujan Agustus tertinggi sepanjang sejarah pencatatan negara bagian tersebut.

Sementara itu, Hawaii mengalami kondisi yang berbeda. Badai Lala membawa hujan deras dan membantu menjadikan Agustus 2026 sebagai Agustus terbasah kedua dalam catatan Hawaii. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.