14 September 2026

Get In Touch

ITS, Telkom University Surabaya, dan AKN Pacitan Berkolaborasi Hadirkan Solusi Air Bersih Bertenaga Surya untuk Petani Pacitan

Tim pengabdian kepada masyarakat lintas kampus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Telkom University Surabaya, dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan melakukan demo alat IoT kepada para petani, dengan latar belakang solar cell atau tenaga surya di belakangnya terlihat jelas
Tim pengabdian kepada masyarakat lintas kampus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Telkom University Surabaya, dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan melakukan demo alat IoT kepada para petani, dengan latar belakang solar cell atau tenaga surya di belakangnya terlihat jelas

SURABAYA (Lentera) -Tim pengabdian kepada masyarakat lintas kampus yang terdiri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Telkom University Surabaya, dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan menghadirkan solusi inovatif bagi petani di Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan pencemaran air akibat aktivitas pertambangan di sekitar wilayah tersebut. Melalui program bertajuk "Implementasi Sistem Pengolahan Air Terintegrasi Berbasis Solar Cell dan IoT pada Irigasi Persawahan di Wilayah Terkontaminasi Tambang", tim gabungan ini merancang sistem pengolahan air yang memadukan energi surya, teknologi filtrasi, dan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) untuk menyediakan akses air bersih bagi kebutuhan irigasi pertanian warga sekitar.

Program ini merupakan bagian dari skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui platform BIMA, dengan dukungan tambahan dari Higher Education and Technology Innovation (HETI) ADB. Kolaborasi pendanaan sekaligus kolaborasi antarkampus ini menegaskan pentingnya sinergi lintas institusi dalam mendorong pemerataan akses teknologi tepat guna di wilayah pedesaan yang rentan terhadap kerusakan lingkungan.

Ketua tim pelaksana, Dr. Feby Artwodini Muqtadiroh, S.Kom., M.T. dari ITS, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan atas kondisi sumber air di Desa Cokrokembang yang terkontaminasi limbah tambang, sehingga kualitas air baku untuk irigasi pertanian menyebabkan hasil panen yang tidak optimal. "Kami melakukan survei kualitas air tanah, kemudian melakukan pengeboran sumur dalam untuk memperoleh sumber air baku yang lebih aman. Selanjutnya dipasang unit filtrasi untuk menurunkan kandungan logam berat dan kekeruhan, termasuk deteksi bakteri yang dilengkapi sistem monitoring berbasis IoT agar kualitas air dapat dipantau secara real-time melalui website yang kami bangun," ujarnya.

Untuk memastikan keberlanjutan sistem, seluruh unit pompa air dan filtrasi dioperasikan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menggantikan ketergantungan warga pada pompa berbahan bakar diesel tanpa perlu biaya tambahan. Langkah ini tidak hanya menekan biaya operasional irigasi hingga sekitar 40 persen, tetapi juga meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian di desa tersebut. Dengan pasokan air yang lebih stabil dan berkualitas, produktivitas pertanian warga diproyeksikan meningkat hingga 30 persen, dari kondisi sebelumnya menjadi sekitar 4 ton per hektare setiap musim tanam.

Program ini melibatkan tim multidisiplin dari tiga institusi dengan pembagian fokus keahlian yang saling melengkapi. Dr. Isni Arliyani, S.T., pakar Teknologi Pengolahan Air dari Departemen Teknik Lingkungan ITS, bertanggung jawab atas analisis kualitas air dan perancangan sistem filtrasi. Dr. Isa Hafidz, S.T., M.T. dari Departemen Teknik Elektro Telkom University Surabaya berfokus pada implementasi sistem Solar Cell sebagai sumber energi utama pompa dan filtrasi. Dr. Andrew Prasetyo, S.Tr., M.T. dari Departemen Teknik Komputer ITS menangani perancangan sistem IoT untuk pemantauan kualitas air dan kinerja irigasi secara real-time, sementara Ridho Rahman Hariadi, S.Kom., M.Sc. dari Departemen Teknologi Informasi ITS sistem website monitoring yang memungkinkan data hasil pemantauan diakses secara mudah oleh masyarakat maupun tim pendamping. Adapun Citra Ratih Prameswari, S.T., M.T. dari AKN Pacitan berperan dalam aspek visual produk, mendukung dokumentasi dan penyajian hasil program secara komunikatif bagi masyarakat maupun publik.

Foto solar cell dan rumah panel (tempat menyimpan alat IoT) dengan background sawah. Insert: alat IoT
Foto solar cell dan rumah panel (tempat menyimpan alat IoT) dengan background sawah. Insert: alat IoT

Tim ini turut didukung oleh empat mahasiswa ITS, yaitu Fausta Irsyad Ramadhan (Magister Sistem Informasi), Ahmad Ikhsan Maulana dan Shafiyyah Zulmar Az-Zahrani (keduanya dari Sarjana Inovasi Digital), serta Laras Suciningtyas, S.T., M.T. (mahasiswa Doktor/S3 Teknik Elektro), yang berperan aktif mulai dari merancang strategi pelaksanaan proyek, mengawal analisis risiko, mendampingi masyarakat secara langsung di lapangan, hingga mendukung sisi teknis implementasi proyek sosial ini serta mendokumentasikan setiap capaian program.

Hasil dari sumur bor yang akan dialirkan ke sawah2 melalui tenaga surya (PLTS)
Hasil dari sumur bor yang akan dialirkan ke sawah2 melalui tenaga surya (PLTS)

Tidak berhenti pada aspek infrastruktur, program ini juga membekali warga dengan pelatihan teknis agar mampu mengoperasikan, merawat, dan memantau sistem PLTS serta IoT secara mandiri. Penyusunan standar operasional prosedur (SOP) sederhana turut disiapkan agar keberlanjutan sistem tetap terjaga meski program pendampingan telah berakhir.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Camat, kepala desa, kepala dusun, perangkat RT setempat, serta komunitas petani Kelompok Tani Rukun Makmur VI. Dukungan lintas elemen masyarakat ini dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi teknologi di lapangan, sekaligus memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap sistem yang telah dibangun.

Secara garis besar, program ini turut berkontribusi terhadap sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui peningkatan kualitas air tanah sebagai air baku, serta Energi Bersih dan Terjangkau, melalui peningkatan bauran energi terbarukan pada sektor pertanian.

Kolaborasi antara ITS, Telkom University Surabaya, dan AKN Pacitan dalam program ini menjadi contoh nyata sinergi perguruan tinggi lintas wilayah dalam menjawab persoalan lingkungan dan sosial di daerah. Program pengabdian ini diharapkan menjadi model replikasi bagi wilayah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa, yakni pencemaran sumber air akibat aktivitas ekstraktif, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi dunia akademik dalam mendukung kemandirian air, energi, dan pangan di tingkat desa secara berkelanjutan.

Editor: Arifin BH/Rls

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.