17 September 2026

Get In Touch

Parluh PSHT Tak Digelar di Kota Madiun, Pemkot Prioritaskan Keamanan

Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun memberikan keterangan seusai rapat koordinasi terkait rencana pelaksanaan Parluh PSHT, Rabu (16/9/2026).
Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun memberikan keterangan seusai rapat koordinasi terkait rencana pelaksanaan Parluh PSHT, Rabu (16/9/2026).

MADIUN (Lentera) -Pemerintah Kota Madiun memastikan pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada akhir September 2026 tidak digelar di wilayah Kota Madiun. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan keamanan dan sejumlah agenda besar di Kota Madiun.

Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun seusai rapat koordinasi di Gedung GCIO Kominfo Kota Madiun, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Rabu (16/9/2026).

Rakor tersebut dihadiri Karo Ops Polda Jatim, Dirintelkam Polda Jatim, Kepala Bakesbangpol Jatim, serta perwakilan Pemkab Madiun dan Pemkab Magetan.

Bagus mengatakan seluruh pihak dalam rakor sepakat menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Karena itu, Parluh tetap diperbolehkan digelar, tetapi lokasinya diminta berada di luar Kota Madiun.

"Semuanya sepakat bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Untuk Parluh dipersilakan, tetapi tidak di Kota Madiun," kata Bagus.

Keputusan tersebut juga mempertimbangkan aspirasi warga, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar Padepokan Agung PSHT di Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo.

Sebelumnya, Pemkot Madiun menerima audiensi warga yang menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi keamanan apabila Parluh kembali digelar di kawasan tersebut.

"Sehingga hari ini kita berkoordinasi dengan Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan. Sepakat bahwa untuk Parluh dipersilakan tetapi tidak di Kota Madiun," ujarnya.

Selain faktor keamanan, Pemkot Madiun mempertimbangkan agenda manasik haji nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 25-27 September 2026.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai lokasi pengalihan pelaksanaan Parluh. Salah satu daerah yang disebut memiliki potensi menjadi lokasi kegiatan adalah Kabupaten Magetan.

Bagus mengatakan pemetaan terkait potensi keamanan telah dilakukan oleh kepolisian. Pemkot Madiun juga telah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait.

"Mapping potensi keamanan pasti sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Dan juga laporan-laporan, termasuk kami menyampaikan aspirasi dari warga kota," jelasnya.

Terkait lokasi pelaksanaan Parluh, Bagus menyebut keputusan akhir masih menunggu pihak penyelenggara.

"(Untuk lokasi pengalihan) nanti menunggu dari pihak penyelenggara," pungkas Bagus.

Repoter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.