18 September 2026

Get In Touch

Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Kediri Hentikan Operasional SPPG dan Tanggung Biaya Pengobatan

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati saat menjenguk siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi MBG di Kota Kediri, Kamis (17/9/2026) malam.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati saat menjenguk siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi MBG di Kota Kediri, Kamis (17/9/2026) malam.

KEDIRI (Lentera)  - Sebanyak 37 siswa dari beberapa sekolah dasar di Kota Kediri diantaranya SDN Kampung Dalem 3, SDN Kampung Dalem 4, dan SDN Kaliombo, mendadak mengalami gangguan kesehatan, seusai menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (17/9/2026) pagi.

​Para siswa mengeluhkan pusing, mual, rasa panas di perut, hingga muntah-muntah. Sebagian besar anak harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat, dan sekitar 10 siswa di antaranya perlu menjalani perawatan intensif di RSUD Gambiran.

​Tanda-tanda ketidaklayakan makanan sempat dirasakan oleh sejumlah guru dan siswa sebelum gejala meluas. Eni Sulistyawati, guru kelas 6 SDN Kampung Dalem 3, mengungkapkan bahwa beberapa anak mengadu mengenai aroma dan rasa makanan yang janggal.

​"Perutnya panas, mual, lalu muntah. Ayamnya sudah agak berbau, begitu juga dengan buahnya yang punya aroma dan rasa berbeda," ujar Eni.

​Dari sembilan anak di kelasnya yang menunjukkan gejala pertama kali, delapan di antaranya mengalami muntah dan mual, sementara satu siswa terus-menerus bersendawa.

​Mendapat laporan tersebut, pihak sekolah bersama puskesmas setempat langsung mengambil langkah darurat untuk mengamankan para siswa dan melaporkan kejadian ini ke dinas terkait.

​Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati yang biasa disapa Mbak Wali langsung turun tangan, dengan menjenguk siswa di RSUD Gambiran, Kota Kediri. Mbak Wali menjenguk para siswa, yang dirawat di RSUD Gambiran, pada (17/9/2026) Kamis malam. 

Mbak Wali memastikan, bahwa pemantauan medis dilakukan secara ketat oleh tim dokter agar kondisi anak-anak segera membaik.

​"Kondisinya masih ada yang mual dan muntah, jadi dokter terus memantau. Untuk siswa yang rawat jalan, alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik," katanya.

Ditegaskannya, ​Pemkot Kediri siap bertanggung jawab penuh atas insiden ini, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa yang terdampak. Selain penanganan medis, pendampingan psikologis juga disiapkan bagi anak-anak agar tidak mengalami trauma.

​Sebagai langkah antisipasi, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke sekolah-sekolah terdampak. 

"Pemkot Kediri bersama TNI, Polri, dan Kejaksaan juga telah membentuk tim untuk menginvestigasi kejadian ini," tegasnya.

​"Kami belum bisa memastikan apakah makanan ini basi atau terpapar hal lain. Kepastian penyebabnya, apakah dari bakteri atau bahan yang tidak aman, masih menunggu hasil uji laboratorium," lanjutnya,

​Ke depan, Pemkot Kediri berjanji, memperketat pengawasan terhadap seluruh proses penyediaan MBG.

"Mulai dari kebersihan dapur, standar sanitasi, hingga kelayakan bahan baku, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.