Atasi Kelangkaan Beras Premium, Pemkot Malang Buka Jalur Pasokan dari Kediri dan Nganjuk
MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai membuka jalur pasokan langsung dari daerah sentra produksi untuk mengatasi kelangkaan beras premium di pasaran. Pemkot menggandeng Kabupaten Kediri dan Nganjuk sebagai daerah pemasok beras, dengan mempertemukan petani di daerah produksi dengan distributor di Kota Malang.
"Kami sudah melaksanakan kerja sama antar daerah (KAD). Sudah ada penandatanganan, dan sekarang kami sedang mengirimkan tim dari Diskopindag ke sana untuk melihat data-data komoditi yang kami perlukan," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Sabtu (19/9/2026).
Ia mengatakan komunikasi mengenai pasokan beras, khususnya jenis premium, dengan daerah mitra sudah dilakukan. Menurut Wahyu, ketersediaan beras di daerah tersebut dinilai lebih banyak dengan harga yang lebih rendah dibandingkan kondisi di Kota Malang.
Pemkot Malang selanjutnya berperan mempertemukan petani atau pelaku usaha di daerah penghasil dengan distributor yang berada di Kota Malang. Skema tersebut diharapkan dapat membuka jalur distribusi yang lebih langsung dari sentra produksi menuju pasar Kota Malang.
"Kami sudah bernegosiasi kepada mereka terkait pasokan beras terutama yang premium. Sudah ada. Tinggal kami kerjasamakan dengan pengusaha yang ada di Kota Malang agar mereka nanti bisa komunikasi," kata Wahyu.
Meski demikian, Pemkot Malang belum menetapkan jumlah kebutuhan beras premium yang akan didatangkan melalui kerja sama tersebut. Wahyu menyebut volume pasokan nantinya bergantung pada kesepakatan antara distributor di Kota Malang dengan petani maupun pelaku usaha di daerah pemasok.
Saat disinggung mengenai kebutuhan beras premium yang harus dipasok melalui skema tersebut, Wahyu mengatakan belum ada angka pasti. Sebab, kebutuhan dan transaksi akan dihitung langsung oleh pihak distributor dengan petani atau pemasok di daerah produksi. "Itu kan tergantung dari para distributor dengan petani di sana," jelasnya.
Selain kerja sama dengan Kediri dan Nganjuk untuk komoditas beras, Pemkot Malang juga menggandeng Kabupaten Lumajang untuk memenuhi kebutuhan cabai di wilayahnya.
Diketahui, dalam pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang pada awal September, beras premium menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena pasokannya terbatas. Pemkot kemudian menyatakan akan mencari strategi untuk menjaga ketersediaan beras premium di tengah kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Perum Bulog Malang juga mulai melakukan intervensi dengan menyalurkan beras premium ke pasar. Pada Jumat (18/9/2026), Bulog menyalurkan 10 ton beras premium ke Pasar Bunulrejo dan memproyeksikan distribusi lebih dari 500 ton secara bertahap hingga Desember 2026. Penyaluran tersebut menyasar pasar tradisional hingga toko ritel modern di wilayah Malang Raya.
Kepala Perum Bulog Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman sebelumnya menyebut keterbatasan pasokan beras premium dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kondisi musim kemarau, panen kedua yang belum berlangsung, serta meningkatnya harga gabah di tingkat petani. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi






.jpg)