24 September 2026

Get In Touch

Usai Didemo Mahasiswa, Akh Muzakki Dikabarkan Mundur dari Rektor UINSA

Prof. Akh Muzakki.
Prof. Akh Muzakki.

SURABAYA (Lentera)- Kabar pengunduran diri Prof. Akh Muzakki dari jabatan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya beredar di tengah polemik penolakan mahasiswa terhadap kepemimpinannya.

Sumber internal Kementerian Agama (Kemenag) membenarkan informasi tersebut. Namun, hingga Rabu (23/9/2026), pihak UINSA belum menerima informasi resmi mengenai pengunduran diri Muzakki.

"Benar sudah mundur," ujar sumber internal Kemenag saat dikonfirmasi.

Menurut informasi yang beredar, Muzakki mengundurkan diri pada Selasa (22/9/2026) malam. Sebelumnya, Muzakki disebut telah bertolak ke Jakarta pada Selasa sore.

Kabar tersebut kemudian beredar di kalangan sivitas akademika UINSA pada Rabu pagi. Namun, internal kampus masih menunggu kepastian resmi dari Kemenag.

"Kami belum menerima berita resminya," ujar Dosen UINSA, Mohammad Cholil, Rabu (23/9/2026).

Hal senada disampaikan Ketua Tim Humas UINSA Retno Indriati. Ia mengaku belum memperoleh informasi resmi terkait kabar pengunduran diri Muzakki.

"Mohon maaf, kami belum mendapat informasi resmi terkait hal itu," ujarnya singkat.

Kabar pengunduran diri tersebut muncul setelah gelombang aksi mahasiswa UINSA yang menuntut Muzakki mundur dari jabatan rektor. Dalam beberapa hari terakhir, mahasiswa menggelar aksi hingga menyegel akses kampus sebagai bentuk penolakan.

Aksi tersebut berdampak pada aktivitas akademik. UINSA sebelumnya menerapkan pembelajaran jarak jauh mulai 22 September 2026 setelah kondisi kampus dinilai tidak memungkinkan untuk kegiatan perkuliahan tatap muka.

Diektahui, Akh Muzakki sebelumnya kembali dilantik sebagai Rektor UINSA untuk periode 2026-2030. Pelantikan tersebut kemudian memicu penolakan dari sejumlah sivitas akademika dan mahasiswa.

Polemik tersebut juga telah dibahas dalam rapat Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Selasa (22/9/2026). Dalam rapat itu, Komisi VIII meminta Menag menangguhkan jabatan Rektor UINSA dan mengambil alih sementara kepemimpinan kampus.

Nasaruddin Umar menyatakan Kemenag akan segera mengambil keputusan untuk menyelesaikan polemik tersebut. Ia meminta waktu tiga hari untuk menentukan langkah penyelesaian.

"Maka itu, saya tidak ingin sampaikan apa yang kami akan lakukan, tetapi saya berjanji jangankan 15 hari, Pak, 3 hari ini kami akan lakukan keputusan," kata Nasaruddin dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin sebelumnya memastikan proses pengangkatan Muzakki sebagai rektor telah melalui prosedur yang berlaku. Kemenag juga menyatakan akan mengevaluasi proses tersebut menyusul penolakan dari sivitas akademika UINSA.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.