LAMONGAN (Lentera) – Kecelakaan berunrun melibatkan tiga kendaraan berat dan satu sepeda motor di Jalan Lamongan–Deket, tepatnya di sekitar SPBU Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 03.20 WIB mengakibatkan satu pengendara sepeda motor meninggal dunia.
Kasatlantas Polres Lamongan AKP I Made Hadi Krisna Winanda, S.Tr.K., S.I.K., melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan peristiwa tersebut. Kendaraan yang terlibat yaitu truk trailer nomor polisi L-8501-UG, truk tronton B-9490-JEH, truk gandeng N-8539-UQ, serta sepeda motor Yamaha W-4501-GC.
"Berdasarkan keterangan saksi dan hasil penanganan awal di lokasi, kecelakaan bermula saat truk trailer L-8501-UG yang dikemudikan SH (33) warga Gondang Mojokerto melaju dari arah barat ke timur di lajur kiri dan berhenti untuk mengantre pengisian BBM." ungkapnya.
Dari arah yang sama, truk tronton B-9490-JEH yang dikemudikan F asal Purwakarta melaju di belakangnya. Karena jarak sudah dekat dan tidak dapat menghindar, truk tronton menabrak bagian belakang truk trailer.
Selanjutnya, dari arah belakang melaju truk gandeng N-8539-UQ yang dikemudikan AQ (35) warga Banyuanye Probolinggo dan menabrak bagian belakang kendaraan di depannya.
Pada saat bersamaan, sepeda motor Yamaha W-4501-GC yang dikendarai MS (23) warga Deket Lamongan turut terlibat dalam rangkaian kecelakaan tersebut.
"Akibat kejadian, pengendara sepeda motor MS, 23 tahun, warga Kecamatan Deket, meninggal dunia. Sementara pengemudi truk tronton mengalami keluhan nyeri pada bagian dada dan kaki. Kerugian materiil akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp20 juta," lanjutnya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi korban, mengamankan lokasi kejadian serta mengatur arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kepadatan arus lalu lintas.
"Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan Satlantas Polres Lamongan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan," tambahnya.
Kasihumas Polres Lamongan mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, agar selalu menjaga jarak aman, meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan berkendara ketika kondisi tidak memungkinkan dan selalu pastikan jarak aman dengan kendaraan di depan,” imbaunya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi







.jpg)


.jpg)






.jpg)