01 October 2026

Get In Touch

950 RW di Surabaya Jalani Verifikasi Lomba Kampung Pancasila 2026

Lomba Kampung Pancasila.
Lomba Kampung Pancasila.

SURABAYA (Lentera) - Sebanyak 950 RW di Surabaya mulai menjalani verifikasi lapangan dalam Lomba Kampung Pancasila 2026. Tim penilai tidak hanya melihat kondisi fisik lingkungan, tetapi juga memastikan berbagai aktivitas yang dilaporkan peserta benar-benar berjalan di tengah masyarakat.

Verifikasi tersebut merupakan tahap lanjutan setelah 1.360 RW mendaftarkan diri melalui aplikasi Sayang Warga. Pemeriksaan dilakukan untuk mencocokkan kondisi di lapangan dengan data dan informasi yang telah diunggah peserta.

Proses verifikasi berlangsung hingga 1 Oktober 2026. Pemeriksaan dilakukan secara tertutup tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pihak RW.

Sebanyak 184 fasilitator yang terdiri atas koordinator wilayah, koordinator kecamatan, dan petugas lingkungan diterjunkan ke sejumlah lokasi. Mereka melihat langsung kondisi kampung sekaligus mencocokkannya dengan data yang disampaikan peserta.

Koordinator Pilar Lingkungan sekaligus Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, verifikasi diperlukan untuk memastikan program yang dilaporkan peserta benar-benar diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Karena kita harus menetapkan 500 RW, kini dilakukan verifikasi lapangan tahap pertama. Kita ingin memastikan apa yang diunggah di aplikasi benar-benar sesuai kenyataan di lapangan,” kata Fikser, Rabu (30/9/2026).

Dari 1.360 RW yang mendaftar, sebanyak 950 RW masuk dalam proses verifikasi tahap awal. Jumlah tersebut masih dapat berubah menyesuaikan hasil pemeriksaan hingga tahapan verifikasi ditutup.

Setelah 500 RW ditetapkan, peserta akan diberikan waktu sekitar satu bulan untuk melakukan persiapan sebelum mengikuti verifikasi tahap kedua. Dari tahapan tersebut, jumlah peserta kemudian akan disaring hingga tersisa 200 RW unggulan.

Fikser mengatakan, aspek lingkungan menjadi salah satu perhatian utama karena penilaiannya tidak hanya didasarkan pada kondisi kampung yang terlihat bersih. Tim juga melihat partisipasi warga serta keberlanjutan kegiatan pengelolaan lingkungan.

“Pemilahan sampah, inovasi pengelolaan sampah, serta ekosistem lingkungan yang terjaga itulah nilai yang paling besar kami perhatikan,” tuturnya.

Sejumlah indikator yang diperiksa antara lain keterlibatan warga dalam pemilahan sampah, keberadaan bank sampah, frekuensi kerja bakti, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta upaya pemberantasan jentik nyamuk.

Artinya, kondisi kampung saat verifikasi bukan menjadi satu-satunya pertimbangan. Tim juga melihat apakah kebiasaan menjaga kebersihan dan lingkungan telah menjadi bagian dari aktivitas warga sehari-hari.

Antusiasme warga juga terlihat selama proses verifikasi. Sejumlah warga aktif berkonsultasi dengan dinas terkait untuk memahami indikator penilaian serta persiapan yang diperlukan di wilayah masing-masing.

“Antusiasme warga sudah luar biasa. Mereka datang bertanya dan berdiskusi mengenai apa yang perlu dipersiapkan. Ini menunjukkan kesadaran dan semangat berpartisipasi nyata,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Lomba Kampung Pancasila 2026 memiliki empat pilar penilaian, yakni lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan kemasyarakatan.

Pilar lingkungan dan ekonomi masing-masing memiliki bobot 35 persen. Sementara pilar sosial budaya dan kemasyarakatan masing-masing berbobot 15 persen.

Pada pilar ekonomi, penilaian mencakup kemandirian warga dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Dukungan terhadap warga yang membutuhkan, akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, serta aktivitas kewirausahaan generasi muda menjadi sejumlah aspek yang diperhatikan.

Sementara pada pilar kemasyarakatan, penilaian meliputi keterlibatan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Indikatornya antara lain keberadaan siskamling, kondisi keamanan wilayah, hingga penerapan pembatasan jam malam bagi anak-anak.

Adapun pilar sosial budaya mencakup delapan indikator, salah satunya upaya kampung dalam menangani sekaligus mencegah stunting. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.