02 October 2026

Get In Touch

Seperti Suara Horor, Begini Bunyi Medan Magnet Bumi

Seperti Suara Horor, Begini Bunyi Medan Magnet Bumi

SURABAYA ( LENTERA ) - Medan magnet Bumi ternyata bisa dibuat “terdengar”. Ilmuwan merekonstruksi suara dari salah satu perubahan geomagnetik paling dramatis dalam sejarah planet ini. Hasilnya terdengar seperti benda retak, bergemuruh, hingga suara benturan yang menyeramkan.

Suara tersebut bukan rekaman langsung dari 41.000 tahun lalu. Para ilmuwan menggunakan teknik sonifikasi, yakni mengubah data ilmiah menjadi representasi audio. Peristiwa yang direkonstruksi dikenal sebagai Laschamps excursion, ketika medan magnet Bumi melemah drastis sebelum akhirnya kembali ke konfigurasi normal.

Tim dari Technical University of Denmark (DTU) dan German Research Centre for Geosciences (GFZ) memanfaatkan data satelit Swarm milik European Space Agency (ESA), kemudian menggabungkannya dengan bukti perubahan medan magnet yang tersimpan dalam batuan dan sedimen.

ESA menggambarkan proses tersebut seperti menyusun musik berdasarkan sebuah partitur. Bedanya, “partitur” yang digunakan adalah data perubahan medan magnet planet selama ribuan tahun.

Agar perubahan tersebut lebih mudah dibayangkan, peneliti juga memasukkan rekaman suara alami seperti kayu berderit dan batu yang saling bertabrakan. Hasil akhirnya berupa suara bergemuruh yang terdengar asing dan cukup mengerikan.

Di balik suara tersebut terdapat perubahan besar pada sistem perlindungan Bumi. Medan magnet planet terutama dihasilkan oleh pergerakan logam cair yang sangat panas di inti luar Bumi, sekitar 3.000 kilometer di bawah permukaan. Gerakan material tersebut menghasilkan arus listrik yang kemudian membentuk medan magnet.

Medan magnet berfungsi sebagai perisai terhadap partikel bermuatan dan radiasi dari luar angkasa. Saat Laschamps excursion berlangsung, kekuatannya diperkirakan turun hingga sekitar 5 persen dibandingkan kondisi sekarang.

Perubahan orientasi medan magnet berlangsung sekitar 250 tahun. Setelah itu, medan magnet berada dalam konfigurasi yang tidak biasa selama sekitar 440 tahun.
Bukti dari inti es dan sedimen laut juga menunjukkan peningkatan isotop berilium-10 pada periode tersebut. Isotop ini terbentuk ketika sinar kosmik berinteraksi dengan atmosfer. Peningkatannya menjadi petunjuk bahwa lebih banyak radiasi kosmik mencapai atmosfer Bumi.

Meski demikian, rekonstruksi Laschamps bukan tanda bahwa pembalikan kutub magnet akan segera terjadi. Pembalikan kutub merupakan fenomena alami yang telah berulang kali terjadi sepanjang sejarah Bumi.
NASA mencatat 183 pembalikan medan magnet dalam 83 juta tahun terakhir, dengan jarak waktu antarperistiwa yang sangat bervariasi. Kutub magnet Bumi juga memang terus bergerak hingga sekarang.

Karena itu, suara Laschamps lebih tepat dipandang sebagai cara baru untuk memahami sejarah medan magnet Bumi. Data geologi yang sulit dibayangkan manusia diterjemahkan menjadi suara, sehingga perubahan medan magnet planet yang terjadi puluhan ribu tahun lalu dapat “didengar” kembali.(far ist/dya)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.