JEMBER (Lentera) Pelaksanaan layanan program kesehatan Homecare di Desa Sucopangepok Kecamatan Jelbuk oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk, bersama Bupati Gus Fawait menembus jalur medan berat alias ekstrim di Kecamatan Jelbuk.
Kegiatan layanan homecare sekaligus melihat kondisi masyarakat Kabupaten Jember daerah pinggiran.
Berbeda dengan Homecare sebelumnya, Bupati Jember Gus Fawait kali ini ikut berkegiatan dengan mengendarati roda dua.
Bukan tidak ada alasan tetapi jalur Homecare di Kecamatan Jelbuk, Desa Sucopangepok kondisi jalannya lebih mudah menggunakan kendaraan motor roda dua.
Gus Fawait terhenti di sebuah rumah sederhana yang berdiri di atas gumuk, kediaman Misti dan Buya, dua nenek bersaudara yang merajut asa di tengah keterbatasan fisik.
Di dalam rumah itu, Nenek Misti yang tunanetra dan Nenek Buya yang tunarungu saling menyempurnakan, penglihatan Buya menjadi mata bagi Misti, sementara kepekaan Misti mengisi sunyinya dunia Buya saat mereka bahu-membahu memasak hingga beraktivitas di rumah.
Melihat kondisi rumah dengan tiang bambu dan dinding anyaman bambu, Bupati Jember Gus Fawait merengkuh niat untuk merehab hunian tersebut melalui program Pemkab Jember.
Namun, uluran tangan itu ditolak secara halus oleh Nenek Misti yang lebih memilih bertahan dalam kenyamanan rumah biliknya, di mana berkas cahaya matahari masih bisa menyelusup masuk menembus celah anyaman untuk menerangi kesehariannya.
Mendengar alasan tersebut, Bupati Jember Gus Fawait menghormati kenyamanan kedua lansia itu dan memilih mengalihkan fokus bantuannya pada bagian alas rumah.
"Kalo begitu saya berencana membenahi lantai nenek supaya tidak lagi dingin tapak kaki Nenek Misti dan Nenek Buya saat beraktivitas sehari-hari," ujar Gus Fawait, Bupati Jember, Minggu (4/10/2026).
Beralih ke tempat kunjungan Homecare selanjutnya yakni di rumah nenek Bebun yang hidup sendirian dengan kondisi rumah yang hampir sama dengan sebelumnya.
Nenek Bebun dengan usia 86 tahun masih sanggup berjalan meskipun harus di bantu dengan tongkat kayu yang menemaninya setiap hari.
Perjalanan program Homecare Bupati Jember Gus Fawait kemudian berlanjut ke kediaman Nenek Bebun, seorang lansia berparas teduh yang menghabiskan masa tuanya dalam kesendirian di rumah berbilik sederhana, tak jauh beda dari hunian Nenek Misti.
Di usianya yang telah menginjak 86 tahun, ketegaran masih memancar kuat dari sosoknya yang terus menantang rentannya usia, bahkan terkadang masih sanggup menyusuri jalanan untuk mencari kayu bakar demi menyambung asa.
Bupati Jember Gus Fawait menjelaskan bahwa melalui kegiatan Homecare, Pemerintah Kabupaten Jember turun langsung memberikan pelayanan kesehatan jemput bola bagi lansia dan warga sakit di wilayah pelosok.
Program ini menyasar warga yang memiliki keterbatasan fisik maupun kendala akses untuk berobat secara mandiri ke Puskesmas, seperti warga yang dikunjungi hari ini.
"Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah juga merencanakan perbaikan rumah tidak layak huni milik lansia yang kita kunjungi hari ini. Renovasi akan difokuskan pada perbaikan lantai serta fasilitas rumah agar kehidupan lansia tersebut menjadi lebih layak dan nyaman," tutur Bupati Jember Gus Fawait. (ads)
Reporter: Moko





.jpg)