MALANG (Lentera) -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menyiapkan retreat bagi ratusan kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Malang. Kegiatan yang dirancang sebagai momentum evaluasi dan penguatan peran kepala sekolah tersebut telah dianggarkan dengan nilai mencapai sekitar Rp300 juta.
"Kami masih mematangkan waktu dan teknis pelaksanaan kegiatan. Kalau untuk anggarannya, di APBD 2026 ini ada sekitar Rp300 jutaan. Pelaksanaannya kalau tidak bulan ini, bisa jadi bulan depan," ujar Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, dikutip pada Selasa (6/10/2026).
Dijelaskannya, retreat tersebut rencananya digelar selama satu hari dan tidak disertai kegiatan menginap. Salah satu lokasi yang tengah diusulkan, yakni kompleks Grha Purva Praja atau eks Islamic Center di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Menurut Suwarjana, lokasi tersebut dipertimbangkan karena memiliki ruangan yang dinilai cukup untuk menampung seluruh peserta. Selain pembinaan di dalam kelas, rangkaian retreat juga akan diisi dengan kegiatan yang berkaitan dengan kedisiplinan.
"Kemungkinan di Islamic Center karena punya ruangan yang memenuhi dan yang jelas tidak menginap. Ini mengingat anggarannya yang terbatas. Ada (pembinaan) militer-militer, kemudian juga ada di dalam kelasnya," jelasnya.
Retreat kepala sekolah di Kota Malang tersebut menyasar seluruh kepala sekolah, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Berdasarkan data Disdikbud Kota Malang, terdapat sekitar 225 kepala sekolah negeri dan 120 kepala sekolah swasta yang akan mengikuti kegiatan tersebut.
Dengan demikian, lanjut Suwarjana, jumlah peserta retreat diperkirakan mencapai sekitar 345 kepala sekolah. Ia menyebut, sosialisasi mengenai rencana kegiatan tersebut juga telah dilakukan agar para kepala sekolah dapat mempersiapkan diri. "Kegiatan retreat sudah kami sosialisasi. Jadi biar mereka bisa siap-siap," pungkasnya.
Sebagai informasi, rencana retreat kepala sekolah ini sebelumnya telah mencuat setelah disampaikan Pj Sekda Kota Malang, Dandung Djulharjanto, beberapa waktu lalu. Menurut Dandunt, kegiatan tersebut diperlukan untuk mengevaluasi kembali peran dan tanggung jawab seluruh kepala sekolah, terutama setelah terjadinya kasus kekerasan terhadap sejumlah siswa yang melibatkan Kepala SMPN 18 pada akhir September 2026.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan rencana retreat bagi kepala sekolah telah disiapkan. Pemkot Malang kini masih menentukan waktu dan mematangkan teknis pelaksanaannya dengan mempertimbangkan jadwal agar tidak mengganggu proses pembelajaran di sekolah.
"Sudah kami susun, nanti kami tinggal tentukan waktunya. Kami ingin mengevaluasi, introspeksi kejadian-kejadian kemarin agar itu menjadi pembelajaran dan tentunya nanti yang terbaik ke depan," ungkap Wahyu.
Menurut Wahyu, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada evaluasi kasus yang telah terjadi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kembali peran kepala sekolah dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan siswa.
Ia menilai kepala sekolah memiliki posisi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan masyarakat.
"Kami evaluasi, introspeksi, dan lebih ada penekanan kembali. Bagaimana menangani siswa dan lain-lain. Banyak hal yang kami lakukan agar mereka menjadi kepala sekolah yang baik dan bisa melayani masyarakat," kata Wahyu.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)