07 October 2026

Get In Touch

Rumput di Sekitar Runway Terbakar, Bandara Sam Ratulangi Tutup Sementara

Bandara Sam Ratulangi (Samrat) di Manado, Provinsi Sulawesi Utara. (foto:ist/Ant)
Bandara Sam Ratulangi (Samrat) di Manado, Provinsi Sulawesi Utara. (foto:ist/Ant)

MANADO (Lentera) - PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan penutupan sementara  operasional penerbangan, akibat terbakarnya rumput di sekitar runway atau landasan pacu, Selasa (6/10/2026).

"Kebakaran rumput yang terjadi di sekitaran runway 18 Bandara Samrat membuat kami harus menutup operasional untuk sementara waktu," kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, di Manado mengutip Antara, Selasa (6/10/2026).

Dia mengatakan, asap yang cukup tebal di sekitar runway 18 berdampak terhadap jarak pandang (visibility), sehingga untuk sementara dilakukan penyesuaian terhadap operasional penerbangan demi memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap terjaga.

Akibat kondisi tersebut, katanya, sejumlah penerbangan mengalami penundaan (delay) dan pengalihan (divert) Lion Air – JT 749 MDC ke Surabaya, status delay, Wings Air – IW 1174 Manado Ternate.

Selain itu, terdapat penerbangan yang mengalami holding akibat kondisi jarak pandang di sekitar bandara.

Beberapa penerbangan juga mengalami Divert yaitu Garuda Indonesia – GA 600 tujuan Jakarta ke Manado divert ke Gorontalo, TransNusa – TNU 273 Sorong ke Manado divert ke Gorotalo.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi dan untuk menjamin keselamatan penerbangan, Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara untuk operasional penerbangan sampai dengan pukul 17.00 WITA.

Penutupan sementara ini akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan, khususnya kondisi api, asap, serta jarak pandang di sekitar area runway.

Pihak Bandara Sam Ratulangi bersama seluruh unsur terkait terus melakukan koordinasi dan penanganan terhadap kejadian tersebut.

Keselamatan dan keamanan penerbangan, penumpang, serta seluruh pengguna jasa bandara menjadi prioritas utama.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama kami," katanya.

Keputusan ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian, untuk memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan tetap terpenuhi.

“Kami bersama seluruh unsur terkait, termasuk petugas ARFF, Lanud, dan Pemadam Kebakaran Kota Manado, terus melakukan upaya pemadaman, pendinginan, serta memastikan area terdampak benar-benar aman," katanya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk meminimalkan dampak terhadap operasional dan pelayanan kepada pengguna jasa.

“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi para penumpang, khususnya akibat adanya penundaan maupun pengalihan penerbangan. Kami memohon pengertian dan kesabaran seluruh pengguna jasa. Setiap perkembangan terkait operasional penerbangan akan kami sampaikan secara berkala berdasarkan hasil evaluasi kondisi di lapangan,” katanya.

PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado memastikan, seluruh unsur terkait terus melakukan koordinasi dan penanganan secara intensif.

Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, penumpang, awak pesawat, serta seluruh pengguna jasa bandara menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.