Peringati 'World Clean up Day 2026' DLH Kota Malang Angkut 3 Ton Sampah dari Sungai Metro Merjosari
MALANG (Lentera) -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengangkut sekitar 3 ton sampah dari aliran sungai Metro di kawasan Merjosari, dalam rangkaian peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026, Jumat (9/10/2026).
"Hari ini kami mendapatkan tiga mini dump truck sampah, kurang lebih sekitar 3 ton," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang.
Dikatakannya, kegiatan WCD tahun ini dilaksanakan melalui serangkaian aksi yang melibatkan berbagai pihak. Pelaksanaannya mengacu pada arahan Menteri Lingkungan Hidup serta program Indonesia Asri yang disampaikan Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Rangkaian kegiatan tersebut telah dimulai pada 20 September 2026 melalui aksi bersih-bersih saat Car Free Day (CFD) bersama mahasiswa dan komunitas World Cleanup Day di Kota Malang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembersihan Sungai Kadalpang, salah satu aliran yang terhubung dengan Sungai Brantas dan menjadi lokasi penanganan sampah.
Sebelum kegiatan utama di kawasan Merjosari, DLH Kota Malang bersama pihak terkait juga menggelar aksi prapembersihan pada 4 Oktober 2026. Dari kegiatan tersebut, petugas mengangkut sekitar satu mini dump truck sampah.
Lebih lanjut, Raymond menyebut kegiatan pembersihan sungai perlu dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat agar sampah tidak kembali menumpuk di aliran air. Karena itu, aksi bersih-bersih tidak hanya berfokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga disertai penanaman pohon dan edukasi kepada warga di sekitar lokasi.
Pihaknya juga menjadwalkan kegiatan lanjutan bersama mahasiswa dan komunitas WCD pada Sabtu (10/9/2026). Sosialisasi tersebut menyasar masyarakat di sekitar sumber air di Merjosari, terutama mengenai pengelolaan sampah agar tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan, terlebih dibuang ke sungai.
Raymond menjelaskan, masyarakat perlu diajak untuk melihat sampah sebagai material yang masih dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya bergantung pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga mencakup pemanfaatan kembali sesuai jenis dan potensinya.
Selain membersihkan sungai, kegiatan WCD 2026 di Merjosari juga diisi dengan penanaman pohon. Dalam kegiatan tersebut, DLH Kota Malang menerima sumbangan sebanyak 200 bibit durian dan 200 bibit alpukat, serta menanam pohon-pohon pelindung.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)