11 October 2026

Get In Touch

SNT Menjadi Ruang Murid Mengembangkan Potensi

Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat di SNT 7 Bogor. 
Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat di SNT 7 Bogor. 

BOGOR (Lentera) - Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat sekaligus mewujudkan cita-cita. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan keberadaan SNT menjadi bagian dari upaya membangun generasi emas Indonesia 2045.

Abdul Mu’ti mengatakan SNT merupakan gagasan besar Presiden Prabowo Subianto. “Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan ide besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak yang memiliki bakat istimewa dapat kita berikan layanan pendidikan sesuai dengan bakat dan kemampuannya,” ujar Abdul Mu’ti mengutip Kemendikdasmen Jumat (9/10/2026).

Ia juga menyampaikan, para murid SNT memiliki perjalanan panjang untuk mengembangkan diri dan mewujudkan cita-cita. Ia mengajak para murid menjadikan sekolah sebagai tempat untuk membangun masa depan, melakukan yang terbaik, dan menjadi yang terbaik. 

"Have a dream, bermimpilah, your future starts from here", masa depan anda dimulai dari sekolah ini. Karena itu, do the best, be the best, lakukan yang terbaik, jadilah yang terbaik,” tutur Mendikdasmen.

Selain melalui pengembangan minat dan bakat, SNT memberikan kesempatan kepada murid untuk menerapkan pengetahuan melalui pembelajaran Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics and Sport (STEAMS) berbasis proyek. Salah satunya melalui Smart Perimeter: Explore, Detect, Protect Perbatasan Laut Indonesia dan Singapura yang dikembangkan secara berkelompok oleh Daffa Lingga Pratama, murid kelas X, SNT 7 Bogor. 

Proyek ini mengintegrasikan Pendidikan Pancasila, Fisika, Informatika, dan Coding dengan mengangkat persoalan di wilayah perbatasan. Bersama rekan satu kelompoknya, Daffa mengembangkan prototipe yang dapat mendeteksi objek yang mendekat dan memberikan peringatan melalui lampu serta bunyi buzzer. “Tujuan kami membuat proyek ini untuk membantu di daerah perbatasan. Jadi jika ada objek yang mendekat, maka akan muncul suara dan lampunya akan menyala sebagai bentuk bahaya,” jelas Daffa.

Pengalaman serupa dirasakan Danesh Chayra yang bercita-cita menjadi Ahli Keamanan Siber. Ia merasa SNT memberikan ruang untuk mendukung cita-citanya melalui ekstrakurikuler coding, mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta ekstrakurikuler komputer. 

Pendekatan STEAMS membuat Danesh dapat belajar melalui proyek dan mengaitkan pengetahuan dengan persoalan di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui proyek pengolahan buah pala yang memanfaatkan potensi daerah Bogor. Pendekatan tersebut membuat pembelajaran lebih menyenangkan karena murid tidak hanya terpaku pada buku. 

“Buat saya pendekatan ini membuat belajar menjadi lebih seru karena tidak terus menggunakan buku cetak. Banyak aktivitas di luar kelas, kita membuat projek sekaligus meneliti hal-hal menarik,” ujar Danesh. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.