23 October 2026

Get In Touch

Konvoi Motor dan Kericuhan di Trenggalek, Ini Pernyataan Ketua Ranting IKSPI Pule

Kerumunan massa dan sejumlah pengendara sepeda motor memadati jalan di wilayah Trenggalek saat insiden kericuhan pada Minggu (18/10/2026).
Kerumunan massa dan sejumlah pengendara sepeda motor memadati jalan di wilayah Trenggalek saat insiden kericuhan pada Minggu (18/10/2026).

TRENGGALEK (Lentera) – Ketua Ranting IKSPI Pule sekaligus panitia tasyakuran angkatan ke-145, Agung Susilo, menyampaikan klarifikasi atas terjadinya konvoi sepeda motor yang berujung kericuhan di sejumlah wilayah di Kecamatan Pule, Dongko, dan Durenan, Kabupaten Trenggalek pada Minggu (18/10/2026). Melalui sebuah video yang beredar di whatsapp group Senin (20/19/2026) ia menjelaskan bahwa panitia sebelumnya telah berkoordinasi dengan pengurus perguruan pencak silat lain, termasuk PSHT Ranting Pule, serta unsur TNI dan Polri untuk membantu pengamanan kegiatan.

Menurut Agung, panitia juga telah mengingatkan pihak dari luar daerah agar tidak datang. Peserta kegiatan turut diminta menghindari penggunaan atribut yang berpotensi memancing provokasi. "Pada hari ini, Senin, 19 Oktober 2026, saya Agung Susilo, Ketua Ranting Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kulis, dan panitia penyelenggara acara kegiatan IKSPI di Kulis menyampaikan beberapa hal dan segala informasi yang beredar di media sosial terkait kegiatan Tasyakuran IKSPI Ranting Kulis Angkatan ke-145 sebagai berikut," katanya.

Ia juga mengatakan sebelumnya panitia kegiatan bersama jajaran pengurus PSHT Ranting Kulis telah melakukan musyawarah dan sepakat dalam rangka pengamanan kegiatan dilakukan secara bersama-sama demi menjaga solidaritas, kerukunan, dan keamanan wilayah.

"Keberadaan Saudara Ganda bersama Satgas IKSPI dan jajaran TNI-Polri di Rambisari dan dalam rangka membantu memetikan dan memperlancar lalu lintas saat situasi yang sudah tidak kondusif," katanya.

Namun, menurut penuturannya, keadaan berubah ketika rombongan massa tiba dan kericuhan terjadi. Agung mengaku menjadi salah satu orang yang mengalami pemukulan dalam insiden tersebut.

"Insiden yang terjadi di luar prediksi. Pemukulan massa terhadap saya, Saudara Ganda yang ikut melindungi saya hingga Saudara Ganda juga ikut dipukul massa...Terima kasih Mas Ganda," sambungnya.

Ia juga mengatakan sebelumnya jajaran pengurus ranting sudah menghimbau agar tidak datang dan melarang adanya atribut rasis yang dapat memicu kedukaan masalah. "Sebenarnya kami seluruh organisasi yang tergabung dalam IPSI telah sepakat untuk saling menjaga kerukunan, bahkan sampai saat ini kami tidak ada perselisihan dalam bentuk apapun antar perguruan lain," katanya.

Selaku panitia kegiatan dan jajaran PSHT Ranting Kulis, ia meminta maaf kepada seluruh warga masyarakat Kulis di sekitarnya atas insiden yang terjadi pada hari Minggu tanggal 19 Oktober 2026.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi mengenai kronologi maupun penanganan peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan pengendara motor bergerak menuju Kecamatan Pule. Sepanjang perjalanan, suara knalpot yang bising mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan. Situasi juga dilaporkan memanas setelah muncul gesekan antarkelompok di beberapa titik.

Sejumlah video amatir yang memperlihatkan kericuhan tersebut beredar di media sosial sejak Minggu malam. Meski begitu, isi rekaman yang beredar belum cukup untuk memastikan rangkaian kejadian, penyebab bentrokan, maupun pihak-pihak yang terlibat.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Polres Trenggalek untuk memperoleh penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus. Namun, hingga berita ini disusun, Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Didik Riyanto belum memberikan respons atas permintaan keterangan melalui telepon dan pesan WhatsApp. Humas Polres Trenggalek juga belum menyampaikan jawaban. Sehingga, sampai saat ini belum diketahui pasti jumlah korban luka, dugaan pelaku, serta langkah penyelidikan.

Berdasarkan unggahan TikTok dari akun @Yul_chim dengan tulisan “@A1 Bos...Pule Memanggil”,  diduga sejumlah pihak berkaitan dengan kedatangan rombongan ke wilayah Pule. Meski demikian, hubungan antara unggahan tersebut dan peristiwa kericuhan belum terverifikasi. Identitas pengunggah serta status akun itu juga belum dikonfirmasi. (*)

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.