DUA tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai persoalan keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada Rabu (21/10/2026), dugaan keracunan di Kota Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan berdampak pada 270 orang, terdiri atas 231 anak dan 39 orang dewasa. Pada hari yang sama, 103 siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, juga mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG. Penyebab kedua kejadian masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian di Cirebon. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan prioritas penanganan saat ini adalah pemulihan kesehatan korban. BGN juga membuka kemungkinan penghentian permanen operasional dapur atau pemutusan kerja sama dengan mitra apabila kasus masuk kategori berat. Sementara itu, biaya penanganan medis korban di Cirebon akan ditanggung BGN.Kasus tersebut muncul sehari setelah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan empat agenda pembenahan MBG, termasuk penataan SPPG serta peningkatan keamanan dan mutu makanan. Kepala BGN Sudaryono juga mengungkapkan uji coba pengawasan dapur melalui CCTV yang terhubung ke pusat dengan bantuan kecerdasan buatan untuk memantau kepatuhan terhadap standar operasional prosedur. Di tengah perluasan program unggulan pemerintah, kejadian di Cirebon dan Bogor kembali menyoroti tantangan memastikan makanan yang dibagikan kepada anak-anak dan kelompok rentan aman dikonsumsi.BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/22102026.pdf





.jpg)