23 October 2026

Get In Touch

Ratusan Warga di Tangsel Keracunan Air

Warga melihat sumber air di Serpong Lagoon Tangsel. (ist)
Warga melihat sumber air di Serpong Lagoon Tangsel. (ist)

TANGERANG (Lentera) - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Dinkes Tangsel) menyatakan sebnayak 176 warga perumahan "Serpong Lagoon", Tangerang Selatan (Tangsel) keracunan air di "Serpong Lagoon" sejak pertengahan Oktober 2016. 

Awalnya jumlah yang keracunan sebanyak 146 warga, namun terus meningkat dan menjadi 176 orang. "Per kemarin 176 orang," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tangsel, Fitria Oriza, Kamis (22/10/2026) RRI.

Warga perumahan itu keracunan akibat mengkonsumsi air bersih yang disalurkan melalui jaringan pipa rumah tangga yang tersedia. Keracunan dipicu adanya bakteri E-coli pada kandungan air bersih dijaringan pipa perumahan itu.

Fitria menjelaskan penyebaran bakteri E.coli di Serpong Lagoon diketahui dari warga pelanggan air yang dikelola oleh PT Arfa Putra Soegama. E.coli adalah kelompok bakteri yang hidup secara normal di dalam usus manusia dan hewan untuk pencernaan. Beberapa jenis tertentu bakteri ini dapat menghasilkan racun dan menyebabkan infeksi serius melalui makanan dan minuman.

Keracunan tersebut menyebabkan warga Serpong Lagoon mengalami demam, mual, muntah, mencret. Bahkan hingga hari ini masih ada satu orang yang dirawat di rumah sakit.

Dinas kesehatan Kota Tangsel telah minta warga Serpong Lagoon untuk menghentikan pemakaian air yang disalurkan pengembang perumahan tersebut. Penyedia air di perumahan Serpong Lagoon juga wajib membersihkan pengolahan air dan memeriksa baku mutu secara berkala.

Usai kasus muntaber massal terungkap penyedia air bersih tersebut kemudian memberikan bantuan pasokan air bersih kemasan. Pemerintah daerah setempat, lanjut Fitria, juga telah mengirim tanki air bersih. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.