NGANJUK (Lentera) - Pemerintah menyalurka bantuan diberikan kepada 33,2 juta penerima yang masuk desil 1 hingga 4 untuk tiga bulan sekaligus, yakni Oktober, November, dan Desember 2026 dengan jumlah alokasi 30 kilogram per penerima.
Melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan penyaluran bantuan pangan tersebut telah disetujui Presiden untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Secara langsung, Zulhas menyalurkan bantuan pangan berupa beras secara gratis di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (25/10/2026). "Untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangannya, pemerintah telah menetapkan penyaluran bantuan pangan beras bagi masyarakat desil 1 hingga 4. Setiap penerima akan memperoleh 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan," kata Zulhas melansir antara.
Di Desa Kwagean ada 542 penerima bantuan pangan. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan yang disalurkan sekaligus. Sehingga bantuan yang disalurkan mencapai 16.260 kilogram beras.
Dalam kunjungannya, Menko Pangan Zulhas juga didampingi Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun, sejumlah anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah tamu lainnya.
Selain menyerahkan bantuan pangan kepada warga, Zulhas juga memberikan bantuan secara simbolis kepada anak yatim serta pengendara ojek daring.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan Bulog menyiapkan stok dan mengoptimalkan distribusi untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan di Jawa Timur.
Ia menambahkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait terus dilakukan agar bantuan tersalurkan sesuai jumlah yang ditetapkan dan tepat waktu.
Penyaluran bantuan pangan tahap III tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pemenuhan kebutuhan beras masyarakat hingga akhir 2026.
Selain membantu keluarga penerima manfaat, program itu diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah dinamika harga pangan.
Warga menyambut antusias penyerahan bantuan tersebut. Mereka bersyukur karena bisa memenuhi kebutuhan untuk makan di sela harga beras yang cukup tinggi. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)