JAKARTA (Lentera) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa SMA/SMK dimulai Senin (26/10/2026). Namun, di sebagian wilayah Indonesia ada yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintan pun, menyiapkan jadwal khusus TKA bagi siswa di wilayah terdampak sehingga mereka tetap dapat mengikuti tes dengan aman.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah yang terdampak. Kalimantan Tengah menjadi salah satu provinsi yang meminta penjadwalan tersendiri karena kondisi karhutla.
“Untuk sekolah-sekolah yang terdampak karhutla, kami sudah membuatkan jadwal khusus. Memang ada satu provinsi yang secara khusus meminta untuk dijadwalkan secara tersendiri, khususnya Kalimantan Tengah,” kata Abdul Mu’ti saat kunjungan peninjauan TKA di SMAN 3 Tangerang Selatan, Senin (26/10/2026) melansir RRI.
Pelaksanaan TKA di wilayah tersebut akan dijadwalkan secara terpisah dari jadwal utama. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah skenario agar pelaksanaan tes dapat menyesuaikan kondisi di lapangan.
Abdul Mu’ti menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jadwal pelaksanaan. Pemerintah tidak ingin siswa harus mengikuti tes ketika kondisi lingkungan belum memungkinkan.
“Karena keamanan dan keselamatan serta kesehatan murid adalah yang utama. Nah, tapi sudah kita jadwalkan untuk nanti pelaksanaannya diselenggarakan secara tersendiri,” katanya.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan jadwal susulan bagi siswa yang berhalangan mengikuti TKA sesuai jadwal awal. Ketentuan tersebut berlaku, antara lain, bagi siswa yang sakit atau memiliki keperluan lain sesuai pengaturan pelaksanaan tes.
Abdul Mu’ti mengatakan penyelenggaraan TKA dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta. Menurut dia, tes tersebut bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa, bukan menjadi kegiatan yang membebani mereka.
“Jadi prinsipnya kita ini fleksibel dalam penyelenggaraan tes, karena ini bukan sesuatu yang harus menyeramkan semuanya. Ini untuk memetakan mutu, untuk melihat kemampuan akademik dari para murid,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia berharap seluruh pihak dapat mendukung pelaksanaan TKA dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan siswa. Penyesuaian jadwal diharapkan memungkinkan peserta mengikuti tes tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan mereka.
Abdul Mu’ti menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kondisi yang dapat memengaruhi pelaksanaan TKA. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar tes berlangsung sesuai kondisi dan kebutuhan peserta. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)