30 October 2026

Get In Touch

Trans Jatim Gratiskan Tarif bagi Difabel di 8 Koridor, Termasuk Malang Raya

Peluncuran Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya, Kepanjen, Jumat (30/10/2026). (Santi/Lentera)
Peluncuran Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya, Kepanjen, Jumat (30/10/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memberikan fasilitas perjalanan gratis, bagi penyandang difabel yang menggunakan layanan Bus Trans Jatim di seluruh koridor.

Kebijakan tersebut berlaku di delapan koridor dengan total armada sebanyak 166 unit bus, termasuk Koridor 2 Malang Raya yang baru diluncurkan pada Jumat (30/10/2026) ini.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses transportasi publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

"Kami memberikan kepastian layanan kepada saudara kita penyandang disabilitas yang akan mengakses Trans Jatim di delapan koridor. Mereka bisa mengakses layanan gratis di semua koridor," ujar Khofifah.

Momentum peluncuran Koridor 2 Trans Jatim Malang Raya sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan kebijakan tersebut menjelang peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember mendatang.

Selain fasilitas gratis bagi penyandang disabilitas, Khofifah juga menyampaikan tarif khusus bagi kalangan mahasiswa, santri, dan pelajar sebesar Rp2.500. Sementara itu, penumpang kategori umum dikenakan tarif Rp5.000 untuk sekali perjalanan.

Ditegaskannya, Koridor 2 Malang Raya juga telah terintegrasi dengan Koridor 1. Integrasi tersebut memungkinkan penumpang berpindah koridor menggunakan 1 tiket tanpa dikenakan biaya tambahan, selama perjalanan lanjutan dilakukan dalam rentang waktu maksimal 2 jam sejak transaksi awal.

"Harapan kami, transportasi publik ini bisa menguatkan layanan kepada seluruh masyarakat. Juga bisa mengurangi kemacetan, menguatkan keamanan, keterjangkauan biaya, dan ketepatan waktu," jelasnya.

Khofifah menambahkan, pengembangan layanan Trans Jatim juga diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi menyambut positif peluncuran Koridor 2 Trans Jatim Malang Raya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim atas penyediaan fasilitas transportasi umum yang dinilai dapat menunjang kebutuhan mobilitas masyarakat.

Sanusi menyebut, rute Koridor 2 melewati sejumlah fasilitas pelayanan publik, mulai dari rumah sakit hingga lembaga pendidikan. Di sektor kesehatan, rute tersebut melintasi RS Mitra Delima, RS Ben Mari, RS Islam Gondanglegi, RSUD Kanjuruhan, RS Wafa Husada, hingga RS Hermina di Kepanjen.

Sementara di sektor pendidikan, layanan ini menjangkau sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Al-Qolam, Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), dan Universitas Kepanjen.

Selain itu, Sanusi menyebut keberadaan layanan Trans Jatim juga berpotensi mendukung aksesibilitas menuju pengembangan kampus Universitas Brawijaya (UB) di Kepanjen. Kampus yang direncanakan mulai beroperasi pada 2027 tersebut akan membuka program pendidikan vokasi dengan kapasitas sekitar 3.000 mahasiswa.

"Semoga ini bermanfaat untuk meningkatkan pendidikan, ekonomi, dan juga kesejahteraan masyarakat di Malang Raya," pungkasnya.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.