SURABAYA (Lentera) - Sebanyak 11 pelajar Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali emas, empat perak, sembilan perunggu, dan enam medali merit dari kompetisi matematika dan sains yang diikuti 106 peserta dari tujuh negara dalam ajang “World Mathematics and Science Challenge (WMSC) 2026” pada 23–26 Oktober 2026 di Burgas, Bulgaria. Dengan demikian berhasil meraih 22 medali.
Dalam kompetisi edisi ketiga ini, enam pelajar Indonesia berkompetisi di bidang sains, sedangkan lima lainnya berkompetisi di bidang matematika. Mengutip laman Kemlu RI, pada bidang sains, Indonesia meraih tiga medali emas, tiga perak, tiga perunggu, dan tiga medali merit, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, pada bidang matematika, delegasi Indonesia memperoleh satu medali perak, enam medali perunggu, dan tiga medali merit. Setiap bidang terdiri atas dua bagian penilaian yang masing-masing memberikan peluang perolehan medali bagi peserta.
Team leader delegasi Indonesia, Andri Imam Munandar, menyampaikan bahwa para peserta menunjukkan antusiasme tinggi sejak tahap pembinaan hingga pelaksanaan kompetisi. Menurutnya, pengalaman mengikuti WMSC tidak hanya memberikan kesempatan untuk menguji kemampuan akademik. "Capaian tersebut semoga dapat memotivasi para siswa untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka," katanya melansir RRI.
WMSC merupakan kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk menguji kemampuan matematika dan sains. Pada edisi 2026, bidang matematika mencakup bagian Theory dan Exploration, sedangkan bidang sains terdiri atas Theory 1 dan Theory 2.
Peserta dibagi ke dalam kelompok berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari Middle Primary (setara Sekolah Dasar) hingga Senior Secondary (setara Sekolah Menengah Atas). Partisipasi dalam WMSC 2026 menjadi kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk mengukur kemampuan akademik di tingkat internasional, memperluas persahabatan lintas negara, dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
KBRI Sofia terus mendukung partisipasi pelajar Indonesia dalam kompetisi internasional. Sebagai upaya mendorong prestasi akademik sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat global. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)