MALANG (Lentera) - Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mulai dirasakan manfaatnya oleh petani di Kabupaten Malang. Penggunaan alat modern yang disalurkan kepada kelompok tani, mampu memangkas waktu panen padi di lahan seluas satu hektare dibanding yang dilakukan secara manual.
Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Podojoyo, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Slamet Darmawan, mengatakan poktannya menerima bantuan combine harvester yang tidak hanya mempercepat proses panen, tetapi juga membantu menekan biaya yang harus dikeluarkan petani.
"Dengan adanya bantuan alsintan dari Pemprov ini, petani semakin maju, semakin mempercepat masa tanam-panen. Karena yang biasanya bisa dua kali, dengan ini bisa tiga kali. Lebih cepat, ongkosnya lebih murah juga dibanding manual," ujar Slamet, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, penggunaan tenaga manual selama ini membutuhkan waktu dan biaya lebih besar. Terlebih, mencari tenaga pemanen juga semakin sulit. Dengan adanya mesin panen tersebut, pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam.
Sementara itu, Pemprov Jatim menyalurkan total 341 unit alsintan kepada kelompok tani di berbagai daerah di Jawa Timur. Bantuan tersebut terdiri dari 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan komitmen pemerintah provinsi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produktivitas petani dalam mendukung swasembada pangan.
Terlebih, Jawa Timur mencatatkan produksi padi sebesar 10,22 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2025. Capaian tersebut, menurut Adhy, perlu dipertahankan melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian yang memadai.
"Ini adalah komitmen dari Pemprov Jatim, Ibu Gubernur untuk bisa mempertahankan dan meningkatkan produktivitas petaninya dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan," jelasnya.
Adhy menambahkan, bantuan alsintan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pemprov Jatim ingin agar peringatan hari jadi tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui dukungan terhadap produktivitas pertanian.
"Otomatis kalau kami memberikan bantuan alsintan, juga disertai pelatihan bagi kelompok tani penerima," katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, merinci bantuan yang diberikan kepada Gapoktan di Kabupaten Malang meliputi dua unit combine harvester, dua unit corn sheller atau mesin perontok jagung, dua unit hand tractor rotary, satu unit rice transplanter atau mesin tanam padi, serta dua unit drone pertanian.
Heru menjelaskan, seluruh peralatan tersebut akan dikelola kelompok tani dan digunakan secara bergantian oleh para anggotanya. Dengan jumlah anggota kelompok tani rata-rata berkisar 15 hingga 30 orang, pemanfaatan alsintan secara bersama diharapkan dapat memperluas manfaat bantuan.
"Artinya kalau satu unit kemudian dipakai bersama, saya pikir ini akan memberikan manfaat pada produksi pertanian di Jawa Timur," pungkasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)