03 November 2026

Get In Touch

Relawan Kolaborasi Bersama OPD Patroli Karhutla Gunakan Drone

Penggunaan drone untuk patroli karhutla
Penggunaan drone untuk patroli karhutla

PALANGKA RAYA (Lentera) -Di tengah ancaman kebakaran yang masih mengintai sejumlah kawasan rawan di Kota Palangka Raya, tim relawan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terus bergerak melakukan patroli, guna memastikan setiap potensi munculnya titik api dapat terdeteksi sedini mungkin.

Sebagaimana dinyatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya, Berlianto, hingga Senin dinihari, 2 November 2026, tim relawan karhutla dari sejumlah OPD masih aktif melakukan pemantauan dan patroli di wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Patroli dilakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus mempersempit peluang api berkembang sebelum petugas tiba di lokasi karhutla," papar Berlianto, Senin (2/11/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kekuatan personel yang diterjunkan terdiri dari 10 anggota Satpol PP dan 10 personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya.

Berlianto menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan melalui patroli langsung di lapangan. Tim juga memanfaatkan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk memantau kawasan dari udara.

Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pengawasan, terutama terhadap kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dengan pemantauan dari dua arah, potensi kemunculan titik api diharapkan dapat diketahui lebih cepat.

"Dalam penanganan karhutla, kecepatan mendeteksi menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan, karena jika api terlambat diketahui berpotensi meluas, sehingga mengancam lingkungan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan menimbulkan dampak kesehatan akibat kabut asap," jelasnya.

Ia menekankan, patroli yang dilakukan hingga dini hari bukan semata rutinitas pengawasan, melainkan bagian dari upaya menjaga agar setiap indikasi kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Berlianto menegaskan, dalam menghadapi karhutla, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, melainkan juga dari seberapa dini kebakaran dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

"Karena itu, menghadapi karhutla selain membutuhkan kewaspadaan bersama, kesiapan personel di lapangan, dukungan teknologi, namun koordinasi lintas OPD menjadi bagian penting dari strategi perlindungan Kota Palangka Raya," pungkasnya.

Reporter : Novita|Editor: Arifin BH

 

 

 

 

 










 

 

 

 

 

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.