05 November 2026

Get In Touch

Kepala SMKN 4 Kota Malang Akui Ucapan Guru Bernuansa Seksual Keliru

Ilustrasi: SMKN 4 Malang.
Ilustrasi: SMKN 4 Malang.

MALANG (Lentera) - Pihak SMKN 4 Kota Malang mengakui adanya pernyataan tidak pantas bernuansa seksual yang diduga dilontarkan seorang guru, terhadap siswi saat memberikan pembinaan terkait aturan berpakaian di lingkungan sekolah.

Kepala SMKN 4 Kota Malang, Gunawan Dwiyono mengatakan pernyataan yang diduga disampaikan guru olahraga berinisial R tersebut merupakan tindakan keliru. Ia mengaku menyesalkan ucapan yang disampaikan di hadapan para siswi tersebut.

"Memang ngomong seperti itu (pelecehan verbal), meskipun kondisinya niatnya bercanda, menurut saya juga tidak dibenarkan. Itu salah," ujar Gunawan, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Rabu (4/11/2026).

Pernyataan tersebut berkaitan dengan dugaan komentar bernuansa seksual yang disampaikan R, ketika mengingatkan sopan santun cara berpakaian siswi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, guru tersebut diduga melontarkan kalimat dalam bahasa Jawa yang menyinggung pakaian siswi yang dianggap ketat dan menerawang.

Menanggapi hal itu, Gunawan menegaskan, penyampaian teguran terkait kedisiplinan berpakaian seharusnya tetap memperhatikan batas kepatutan, terlebih ketika dilakukan oleh seorang pendidik laki-laki di hadapan siswanya.

"Kalau menurut saya itu tidak benar, keliru kalau ngomong seperti itu di hadapan siswa. Saya menyesalkan memang karena seharusnya tidak boleh begitu," tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah mengambil langkah dengan menonaktifkan R dari jabatan koordinator tata tertib (tatib). Selain itu, sekolah juga telah melakukan pembinaan terhadap guru yang bersangkutan.

"Sudah tidak diperkenankan menangani urusan ketertiban, terutama dalam kegiatan pembinaan yang dilakukan ke siswa," katanya.

Gunawan menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari upaya sekolah menertibkan cara berpakaian siswa yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan, seperti penggunaan pakaian yang terlalu ketat.

Menurutnya, guru perempuan semula diharapkan memberikan teguran terkait hal tersebut. Namun, karena para guru perempuan disebut tidak berani menyampaikan teguran secara langsung, kemudian meminta R yang saat itu menjabat sebagai koordinator tata tertib untuk mengingatkan para siswi.

Di sisi lain, Gunawan turut mengklarifikasi, beredarnya video di media sosial Instagram yang menarasikan adanya seorang guru laki-laki SMKN 4 Malang yang membuka paksa jilbab siswi di lapangan sekolah.

Ia membantah, narasi tersebut dan menegaskan informasi yang beredar belum melalui proses verifikasi pihak sekolah. Menurutnya, aktivitas yang terekam dalam video tersebut merupakan pemeriksaan kelengkapan seragam Pramuka, khususnya penggunaan hasduk.

"Yang dilakukan sebenarnya sedang mengecek seragam Pramuka siswa, memastikan apakah memakai hasduk atau tidak. Tidak sampai melepas jilbab, hanya menyingkap sedikit untuk memastikan penggunaan hasduk," pungkasnya.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.