
KEDIRI (Lenteratoday) - Tak pilih kasih, Pemkab Kediri juga memperhatikan kaum difabel. Melalui Dinas Sosial setempat memberikan pelatihan keterampilan membuat aksesoris kepada kaum difabel agar tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.
Bertempat di Aula Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Jumat (9/11/2020), sebanyak 20 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan ketrampilan membuat aksesoris. Adapun materi pelatihan membuat aksesoris dengan teknik wire. Ketrampilan tangan dari kawat ini dipilih bertujuan agar mudah diaplikasikan di rumah, sehingga tidak perlu keluar.
Rata-rata peserta pelatihan dari kelompok penyandang tuna rungu, daksa, dan wicara. Dinas Sosial mengundang tim pendamping yang memandu menggunakan bahasa isyarat. Sementara itu, meski materi pelatihan identik dengan kaum perempuan, tetapi tak menyurutkan niat peserta dari kelompok laki-laki.
Riska, salah seorang peserta mengaku, selain menambah ketrampilan diri di bidang aksesoris, ia senang karena bisa bertemu teman baru. Gadis yang aktif di Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK) ini berniat mengembangkan diri dengan terus berlatih di rumah serta menjual hasil karyanya.
“Kegiatan ini cukup membantu, selain menambah keterampilan juga menambah teman baru. Tidak ada kesulitan, karena tutornya ramah dan mudah dipahami. Ke depan ingin menjual hasil karya saya juga,” ujar Riska.
Sementara itu, Dyah Saktiana, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos Kabupaten Kediri mengatakan, pelatihan keterampilan aksesoris ini diberikan kepada penyandang difabel agar mereka tetap produktif meskipun di masa pandemi. Pihaknya juga akan memberi ilmu tentang teknik pemasaran secara online, agar hasil karya mereka nantinya bisa dijual untuk menambah perekonomian.
“Pelatihan untuk difabel di Kabupaten Kediri mereka berminat mengikuti pelatihan aksesoris. Diharapkan di dalam kondisi pandemi mereka tetap bisa produktif dan menghasilkan uang,” kata Dyah Saktiana.
“Mengapa materinya aksesoris? Karena pelatihan membuat aksesoris ini bisa dilakukan di rumah. Selesai pelatihan bisa langsung mengaplikasikan di rumah masing-masing. Ada juga materi tentang penjualan secara online, mereka tidak harus keluar rumah dalam situasi pandemi,” imbuhnya.
Dalam pelatihan ini, Dinsos mengundang seorang perajin aksesoris Kediri, Lucky Purnomo untuk menularkan ilmunya kepada para difabel. Pelatihan berlangsung selama tujuh hari dengan harapan seluruh peserta dapat menguasai seluruh teknik yang diberikan. (gos/adv)