04 April 2025

Get In Touch

KH. Maimun Zubair Pergi Haji Selagi Muda

KH. Maimun Zubair Pergi Haji Selagi Muda

Langit Kota Makkah Selasa (6/8/2019) pagi terlihat mendung.Pukul 08.00 waktu Arab Saudi (WAS). Kantor Urusan Haji Indonesia terlihatsibuk. Menunggu kedatangan jenazah almarhum KH Maimun Zubair.

Sudah hampir satu bulan, pada hari-hari sebelumnya, sekitarwaktu yang sama langit kota ini selalu cerah. Matahari pagi bersinar dengancukup terik, menyengat kulit. Tapi hari ini berubah drastis. Menjadi sedikitsejuk.

Saya diikutkan sebagai salah satu anggota WhatsApp Group"Haji Khusus Manaya 2019". Saya berada di tanah air. Tapi dari situsaya bisa memantau aktivitas musim Haji 1440 H. Setidaknya hampir setiap hari.

Dari jemaah haji PT Manaya Indonesia pula saya memperolehinformasi: "Telah wafat Hadlrotus-Syekh Simbah KH. Maimun Zubair, Selasa 6Agustus 2019 pukul 04.17 waktu Makkatul Mukarromah di RS An NoorKSA..." 

Mbah Moen, demikian sapaan akrabnya di kalangan umat, kerapmenjelaskan. Kehormatan umat muslim itu dapat meninggal dunia di Tanah Suci.Bahkan sering meminta doa agar dipanggil Allah pada hari Selasa. Innalillahiwainnailayhi rojiun, KH Maimun Zubair menghembuskan nafas terakhirnya dalamusia 90 tahun pada hari Selasa. Ketika sedang melaksanakan ibadah haji.

Tak lama berselang kepastian kabar itu muncul di lini masaportal berita. Sudah disertai penjelasan resmi pihak keluarga atau kerabatdekat. Grup-grup WA lainnya pun menyebar secara berantai.

Hanya selisih dua jam sebelumnya. Saya menyampaikaninformasi tentang adanya orang mati di Tanah Suci. Peristiwa itu terjadi padamusin haji tahun 1997. Saya menyaksikan sendiri. Saya melihat sendiri. SesamaJemaah haji meninggal dunia. Begini ulasan singkatnya:

"Rabu (9 April 1997) rombongan Haji Plus Linda JayaSurabaya dilanda duka. Salah satu jamaahnya, Latief Pudjosakti pukul 20.15 WASwafat akibat komplikasi pada saluran pernapasan. Alhmarhum dimakamkan di Mala,Makkah hari Kamis setelah sebelumnya dishalatkan di Masjidil Haram.

Dr. Kabat, selaku dokter kloter Linda Jaya, dua harisebelumnya bersama saya mendatangi kamar Pak Latief di Hotel Hilton (sekarangdi Tower Zamzam). Di situ ada istrinya, yang keturunan Jepang, Kristin Yoko.Oleh Pak Kabat diberi wejangan agar sering mengkonsumsi air atau buah agartenggorokan lekas pulih. Pak Latief abai. Penyakit itu makin parah. Pak Latieftak sadarkan diri. Digotong ke rumahsakit. Sempat opname, tapi tak tertolong.

Di Surabaya sudah dini hari. Saya telepon Redaktur piketmalam Harian Surya, Uki M Kurdi. Dia segera menyetop mesin cetak koran yangsudah mulai giling. Ini berita penting. Harus dibikin "Stop Press".Besoknya kabar duka menyebar, sementara koran lain belum punya.

Pihak rumahsakit semula menolak kehadiran saya. Ada laranganmasuk, apalagi memotret. Profesor Roem Rowi Mutawif haji Linda Jaya meyakinkan.Latief Pudjosakti itu publik figur. Pimpinan Parpol (waktu itu PDI). AnggotaDPR. Maka wajib dipublikasikan. Setelah bernegosiasi, saya diperkenankan masuk.

Saya menulis itu sekadar ingin menyampaikan pesan. Hidup itupenuh misteri. Mari sadar diri. Semua akan dijemput oleh mati. Walaupun sedangsedang berhaji di tanah suci. ONH Plus bukan jaminan lolos dari mati.

Tulisan disertai foto dokumentasi tersebut saya sebar, digrup yang sama. Yang mengabarkan kematian Mbah Moen. Saya kira bukan kebetulan.Semua urutan kejadian, sepenuhnya kehendak Tuhan.

Pergi Haji Selagi Muda

Di Indonesia dari tahun ke tahun punya isu yang sama. Jumahcalon jemaah haji risiko tinggi, atau biasa disebut dengan istilah risti.Sebanyak 65 persen usinya terbilang lanjut usia. Problem tersebut memang harusdiurai. Pemerintah, selaku regulator haji, sudah pasti punya andil besar.

Hari Jumat (2/8/2019) saya mendatangi Asrama Haji diSukolilo Surabaya. Di tengah melihat-lihat situasi asrama saya berjumpa dengandengan KH. Imam Hambali, pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Aljihad Surabaya.Ustadz Imam Hambali dikenal sebagai ustadz yang tampil segar dan humoris.

"Haji itu takdirnya Allah. Jadi memang ditakdirkannyaberangkat di usia tua maka kita harus yakin, tawakal dan pasrah kepadaAllah," ujar pemilik KBIH Bryan Makkah ini.

Setiap orang boleh berikhtiar. Bahkan dianjurkan. Namun 100persen, keberangkatan haji itu menjadi takdirnya Allah. Kepada setiappenyelenggara haji, ia menghimbau agar bisa mendampingi jemaah haji secara sabar.Terhadap jemaah haji yang berada di golongan risti pun harus pro aktifmenyampaikan kondisinya kepada petugas haji. Sama-sama punya rasa ikhlas.

Di salah satu lorong asrama, saya juga menemui calon Jemaahberusia muda. Seorang bapak, ibu dan dua anaknya yang terbilang masih mudausia. Kuslan Zulkarnain (56), Sofia Turahman (46), Moh. Alvian Kusviandita(26), dan Halizah Berliana (19). Satu keluarga ini berasal dari Gresik, JawaTimur.

"Saya memang niat berangkat satu keluarga. Mendaftarsejak tahun 2010 lalu" tutur Kuslan Zulkarnain yang berprofesi sebagaiguru itu.

Masih di tempat sama, saya bertemu dua cewek muda usia. InesAndi Desi Auliya (27) dan Inas Andi Sabila (22). Mereka tergabung dalambimbingan "Haji Sabar" kelompok terbang atau klotrer 78 asalSurabaya. Kakak beradik Inez dan Inas mengaku, mendaftar keberangkatan hajisejak tahun 2010.

"Ibu dan Abah saya tiba-tiba mendaftarkan kami berdua.Uangnya diambil dari hasil tabungan sisa belanja bulanan" kata Inezmenirukan ucapan kedua orangtua mereka. Lgak dan gaya mereka. Milenial banget!

Itulah sebabnya, menurut saya, tak ada salah dan dosaberikhtiar sejak awal. Niatkan mulai sekarang. Berhaji atau berumrah selagimuda.

KH Maimun Zubair (almarhum) contoh sukses anak mudaberangkat haji tatkala usianya belum genap 25 tahun. Dilahirkan di Karang ManguSarang hari Kamis Legi bulan Sya'ban tahun 1347 H atau 1348H atau 28 Oktober1928. Mbah Moen, adalah insan yang lahir dari gesekan permata dan intan.

Dari videonya yang tengah beredar saya baru mengetahui.Ternyata saat menginjak usia 21 tahun, beliau menuruti panggilan jiwanya.Mengembara, belajar ilmu ke Makkah Al-Mukarromah. Dua tahun lebih Beliaumenetap di Makkah Al- Mukarromah. Mbah Moen sudah berhaji sejak usia muda.

Begitulah. Menyertai ibadah haji senantiasa penuh ceritamenarik

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.