05 April 2025

Get In Touch

Diduga Lakukan Penyimpangan Dana Covid Rp 107 M, AJB Desak KPK Periksa Eks Bupati Faida

Mahasiswa asal Jember di Jakarta menggelar aksi di depan kantor KPK.
Mahasiswa asal Jember di Jakarta menggelar aksi di depan kantor KPK.

JEMBER (Lenteratoday) - Belasan masyarakat dan pemuda diaspora Jember di Jakarta yang menamakan diri ‘Aliansi Jember Berdikari’ atau AJB menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut eks Bupati Jember, Faida yang diduga melakukan penyimpangan dana Covid-19 senilai Rp 107 miliar.

Tututan tersebut dilakukan dengan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi tepatnya di depan Hotel Royal Jl Kuningan Persada Jakarta Selatan, Jum’at (18/6/2021).

Para demonstran yang rata-rata pemuda dan mahasiswa itu membeber sebuah spanduk kain putih bertulisan “KPK Segera panggil Bupati Jember, Faida". Mereka juga memampang dua kertas karton bertuliskan “Periksa Maling Dana Covid-19 di Jember” dan satu lagi tertulis “Usut Dana covid-19, Rp107 Miliyar Rupiah di Jember”, selanjutnya mereka menggelar orasi.

Secara bergantian, korlap aksi berorasi menyuarakan keterlibatan Faida pada kasus Korupsi Dana Covid-19. Mereka Meminta Ketua KPK Firly Bahuri untuk segera memeriksa Faida selaku mantan Bupati Jember yang telah Korupsi Dana covid-19.

Mereka mengatakan bahwa Dana Covid-19 di Jember senilai Rp 479 miliar dan BPK RI menyatakan ada dugaan penyimpangan dari penggunaan anggaran tersebut senilai Rp 107 miliar.

Para demonstran dalam orasinya menyebutkan BPK mengeluarkan opini tidak wajar dengan adanya temuan dana sebesar Rp 107 miliar yang berpotensi tidak dapat dipertanggung jawabkan.

”Anggaran ini dicairkan pada tahun 2020. DPRD setempat juga telah memanggil Faida, tetapi selalu Mangkir dari panggilan DPRD,” kata Tanzul, Korlap Aksi dalam orasinya.

”Kami menduga Bupati Jember ibu Faida Korupsi anggaran Covid-19 untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan masyarakat Jember,” imbuhnya. Mereka mendesak Ketua KPK Firly Bahuri untuk segera mengusut tuntas kasus korupsi anggaran Covid-19 di Kabupaten Jember.

Alasannya, anggaran yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat Jember, malah untuk memperkaya diri sendiri. ”Ini harus menjadi atensi kepada pimpinan KPK untuk segera memberangus tindak pidana Korupsi, terutama di Kabupaten Jember,” katanya.

Aksi mereka tidak berlangsung lama, hanya sekira 20 menit. Namun aksi berjalan tertib dengan pengawalan ketat puluhan petugas kepolisian. Tanzul yang juga mahasiswa asal Jember ini memang sengaja tidak ingin ada audiensi dengan Pimpinan KPK.

“Kami hanya ingin agar KPK memperhatikan aspirasi dari masyarakat di sini khususnya dari teman-teman mahasiswa asal Jember yang berada di Jakarta,” ujarnya. Berikutnya, mereka akan kumpulkan bukti-bukti lebih lengkap “Untuk kemudian akan kami serahkan kepada KPK sebagai aduan masyarakat,” pungkasnya. (mok)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.