04 April 2025

Get In Touch

Risma: Paskibraka Buktikan Kecintaan ke Negara

Risma: Paskibraka Buktikan Kecintaan ke Negara

Surabaya-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengukuhkan 100 pelajar pilihan dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Surabaya 2019. Pengukuhan tersebut, berlangsung di lantai dua Lobby Balai Kota, Surabaya, Kamis, (15/08). Risma berpesan, agar Paskibraka menjalankan tugasnya dengan baik sebagai bukti kecintaan kepada Republik Indonesia.

 Dalam kesempatanitu,  Risma menyampaikan selamat atasterpilihnya anggota Paskibraka tahun 2019 ini. Mereka dipilih dari tahapseleksi ribuan peserta, dari SMA sederajat se-Surabaya sejak beberapa bulanlalu. Setelah melalui beberapa seleksi, maka lahirlah 100 Paskibraka yangmengikuti latihan intens mempersiapkan upacara pengibaran bendera pusaka.

 “Anak ku, kalianorang yang beruntung bisa mendapatkan kesempatan ini karena ribuan pesertaingin seperti kalian sekarang. Inilah kesempatan kalian membuktikan yangterbaik untuk bumi nusantara tercinta,” ucapnya

Menurutnya, membuktikan kecintaan pada negara, bisa melaluiberbagai cara. Termasuk mengibarkan bendera sang merah putih di HUT ke-74 RI.Akan tetapi, pengibaran bendera tidaklah hanya sebatas menaikkan kain berwarnamerah dan putih saja, melainkan esensi atas perjuangan para pahlawan yangmembuat Indonesia berhasil merdeka.

“Banyak sekali pahlawan kita yang gugur karena inginmengubah bendera merah putih biru menjadi merah putih saja. Padahal ituresikonya besar sekali tapi mereka (pahlawan) dengan berani melakukannya,bahkan tidak peduli nyawa,” ujarnya.

Perjuangan Paskibraka, kata dia, tidak berhenti setelahupacara berakhir. Namun setelah upacara ini masih banyak yang harus dilakukanuntuk membuktikan kecintaan pada negeri melalui prestasi-prestasi yang harusdicapai.

“Kalian berhak berhasil. Ingat ya, kalau para pejuang duludengan susah payah membuat Indonesia Merdeka. Kita harus menjaga kemerdekaanini. Buat bangga guru, orang tua, dan bumi tercinta nusantara,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, wali kota perempuan pertama di Surabayaini juga berpesan kepada mereka agar tidak meninggalkan kebiasaan selama menjalanipelatihan di karantina. Sebab, selama berada di karantina, mereka diajarkanlebih displin, dan dibekali pengetahuan cinta kebangsaan. Selain itu, ia jugaberharap, kebiasaan yang dilakukan saat di karantina itu dapat ditularkankepada teman-teman dan saudara.

“Setelah kembali ke rumah masing-masing, saya berharapkebiasaan-kebiasaan yang sudah diajarkan tetap kalian lakukan, dan tularkankedisiplinan itu pada sekitarnya,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana danPerlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christijantomenyampaikan, persiapan 100 pelajar Paskibraka ini kurang lebih memakan waktudua minggu untuk latihan intens. Sebelum masuk ke dua minggu itu, peserta jugaada pelatihan pra selama empat hari berturut-turut. “Dan ini kami karantinaselama empat hari dari tanggal 14–17 Agustus usai upacara,” kata Eddy.

Ia menjelaskan, tujuan dari karantina itu supaya merekalebih fokus untuk latihan dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak drop. “Daripola makan, tidur dan latihan harus diperhatikan, benar-benar dijaga sehinggasaat pengibaran bendera pusaka mereka tidak terjadi hal yang tidak dinginkan,”jelasnya.

Tidak hanya itu, selama karantina berlangsung, pesertaPaskibraka juga dibekali materi berupa wawasan kebangsaan, perjuangan dariveteran, TNI, dan organisasi pemuda. Hal ini bertujuan sebagai bentuk cintapada NKRI “Mereka kita tanamkan itu karena pemuda ini yang akan menyelamatkannegara kedepan dan mampu jadi agen perubahan,” pungkasnya. (Est/Ace)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.