05 April 2025

Get In Touch

Wagub Jatim Minta Jebolan Unusa Jadi Mahasiswa Kritis

Wagub Jatim Minta Jebolan Unusa Jadi Mahasiswa Kritis

LETRA.ID-Universitas Nadhatul Ulama Surabaya ( Unusa) Kukuhkan 1700 mahasiswa baru di Dyandra Convention Center, Senin (16/9).Pengukuhan tersebut mendatangkan Mohammad Nuh, Mantan Menteri Pendidikan serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.

Dalam sambutannya Mohammad Nuh berpesan kepada dosen Unusaagar dalam menyampaikan pembelajaran perlu adanya sistem yag berbeda. KarenaMahasiswa yang dikukuhkan adalah mahaiswa generasi milenial  yang memiliki karakter tersendiri.

“Mereka ini kelompok generasi digital punya karakteristiksendiri. Tantangan berbeda. Para dosen pembelanjaran yang ada di unusa juga disesuaikan. Denga kebutuhan dan karakteristik anak-anak generasi digital,” ujarMohammad Nuh yang sekarang menjabat Ketua Dewan Pers.

Tak hanya itu, Nuh juga memberikan point-point kepadamahasiswa agar jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan caramenciptakan inovasi. Tercapainya inovasi tentu didukung berbagai aspek. Yangpertama mahasiswa harus punya pemikiran yang kritis. Diharapkan bahwasanya anakmuda mampu melihat celah, peluang yang ada disekitar kita.

“Paling mendasar adalah dengan mengajarkan anak-anakberfikir kritis .karena dengan berfikir kristis itulah bisa melihat celah manayang bisa diperbaiki,” jelasnya.

Hal senada juga dituturkan oleh Emil Dardak. Jadi mahasiswaharus punya pikiran yang kritis. Melihat sesuatu dengan 2 sudut pandang. “Mahasiswa ini sebagai insan yang kritis segala sesuatu melihat dari 2 sisi.Menggunakan pemikiran sendiri. Dan kemudian menyimpulakn segala sesuatu,” Jelasnya.

Contoh paling sederhana ketiak mahasiswa melihat  link berita kemudian hanya melihat fotobeserta caption dan judul.Lalu bisa menyimpulkan itu bukan mahasiswa. Karenaseyogyanya segala sesuatu harus bisa mentesis suatu pemikiran.

Tak hanya itu Emil juga berpesan bahwa mahasiswa harus punyakreatifitas sehingga bisa membuat inovasi yang nantinya berdampak besar bagilingkungan. Selain itu ia juga menyampaikan dalam mengambil langakh perubahantidak harus menduduki jabatan yang tinggi.

“Perubahan tidak linier dengan jabatan Jabatan bukan penentuperubahan. Selain itu harus punya kreatifitas yang nantinya dapat mengambilinisiatif hingga sesuatu dampak besar bisa terjadi,” pungkasnya.( Ace)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.